Mengintip Sosok Buro Happold yang Terseret Polemik JIS: Proyek Global Pertamanya Ada di Arab Saudi
Minggu, 16 Juli 2023 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya Aviva Stadium di Dublin, Irlandia, dengan kapasitas 50.000 kursi penonton. London Olympic Stadium di London, Inggris, berkapasitas 80.000 tempat duduk. Masih ada Michelle and Barack Obama Sport Center di Amerika Serikat, dan yang Tottenham Hotspur Stadium di London, Inggris, berkapasitas 62.850 bangku.
Untuk kategori komersial, salah satu proyek yang digarap Buro Happold adalah Kompleks Dayabumi Tahap 3. Ini adalah proyek serbaguna termasuk ritel, kantor, dan fasilitas parkir di jantung kawasan bersejarah Kuala Lumpur, Malaysia. Proyek ini menyediakan ruang di atas tanah seluas 141.760m2 ditambah parkir di bawah tanah seluas 34.132m2.
Buro Happold juga berada di balik desain kanopi yang seperti payung untuk menaungi halaman Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Selanjutnya, proyek King Abdulaziz Center for World Culture (Arab Saudi), The Louvre Abu Dhabi (UEA), dan masih sangat banyak lagi.
Di Indonesia, selain JIS, Buro Happold terlibat dalam proyek Pegangsaan Dua. Proyek ini ada di kawasan Jakarta Timur yang mengelilingi depo dan stasiun terminal jaringan LRT Jakarta Fase 1 yang baru selesai.
Buro Happold menyatakan secara tegas komitmennya untuk berpartisipasi dalam mengatasi krisis iklim dengan menetapkan target pengurangan emisi karbon dari operasional sebesar 21% pada 2025. Pada 2030, mereka menargetkan seluruh proyek pembangunan baru dirancang untuk mengadopsi net zero emission dalam seluruh operasional.
Punya nama lengkap Buro Happold Limited, perusahaan ini didirikan oleh Sir Edmund 'Ted' Happold pada 1 Mei 1976 di Bath Somerset, Inggris. Pada awalnya, Sir Ted bekerja di perusahaan arsitek besar Arup. Saat menjadi bagian dari Arup, ia terlibat dalam mengerjakan berbagai proyek besar seperti Sydney Opera House dan Pompidou Centre.
Sir Ted kemudian mendirikan perusahaan sendiri dengan membuka kantor pertama di Gay Street, Bath, Inggris. Ada beberapa orang mitra saat Buro Happold pertama kali didirikan, yaitu Michael Dickson, William Ian Liddell, Peter Buckhtorp, Terry Ealey, Rod McDonald, John Morrison, dan John Reid.
Untuk kategori komersial, salah satu proyek yang digarap Buro Happold adalah Kompleks Dayabumi Tahap 3. Ini adalah proyek serbaguna termasuk ritel, kantor, dan fasilitas parkir di jantung kawasan bersejarah Kuala Lumpur, Malaysia. Proyek ini menyediakan ruang di atas tanah seluas 141.760m2 ditambah parkir di bawah tanah seluas 34.132m2.
Buro Happold juga berada di balik desain kanopi yang seperti payung untuk menaungi halaman Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Selanjutnya, proyek King Abdulaziz Center for World Culture (Arab Saudi), The Louvre Abu Dhabi (UEA), dan masih sangat banyak lagi.
Di Indonesia, selain JIS, Buro Happold terlibat dalam proyek Pegangsaan Dua. Proyek ini ada di kawasan Jakarta Timur yang mengelilingi depo dan stasiun terminal jaringan LRT Jakarta Fase 1 yang baru selesai.
Buro Happold menyatakan secara tegas komitmennya untuk berpartisipasi dalam mengatasi krisis iklim dengan menetapkan target pengurangan emisi karbon dari operasional sebesar 21% pada 2025. Pada 2030, mereka menargetkan seluruh proyek pembangunan baru dirancang untuk mengadopsi net zero emission dalam seluruh operasional.
Punya nama lengkap Buro Happold Limited, perusahaan ini didirikan oleh Sir Edmund 'Ted' Happold pada 1 Mei 1976 di Bath Somerset, Inggris. Pada awalnya, Sir Ted bekerja di perusahaan arsitek besar Arup. Saat menjadi bagian dari Arup, ia terlibat dalam mengerjakan berbagai proyek besar seperti Sydney Opera House dan Pompidou Centre.
Sir Ted kemudian mendirikan perusahaan sendiri dengan membuka kantor pertama di Gay Street, Bath, Inggris. Ada beberapa orang mitra saat Buro Happold pertama kali didirikan, yaitu Michael Dickson, William Ian Liddell, Peter Buckhtorp, Terry Ealey, Rod McDonald, John Morrison, dan John Reid.
Lihat Juga :