Sri Mulyani Sebut Raut Wajah Menkeu se-G20 Tak Ada yang Gembira, Kok Bisa?
Kamis, 20 Juli 2023 - 15:36 WIB
loading...
Sri Mulyani mengisahkan hal menarik dalam rangkaian pertemuan G20. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan saat mengikuti sejumlah agenda pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 , ada hal yang cukup menarik perhatiannya. Dia menyebut bahwa raut wajah para Menkeu tidak ada yang gembira.
Baca juga: Sri Mulyani Tegaskan Komitmen Pensiun Dini PLTU Batu Bara Saat Bertemu Bos Bank Dunia
"Kita dalam situasi yang pesimistis, karena dunia dalam situasi yang tidak mudah. Ada tekanan geopolitik karena perang, menimbulkan dampak terhadap krisis pangan, energi, dan APBN di semua negara berdarah-darah karena fiskalnya, 'negara harus hadir' di tiap negara, dan mereka defisit besar, rasio utangnya juga sangat tinggi," ungkap Sri dalam IDE Katadata 2023 di Jakarta, Kamis (20/7/2023).
Dia mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu kisah sukses sebuah negara yang berhasil bangkit dan pulih dari pandemi. Paparan Sri dalam pertemuan tersebut disambut baik oleh mereka, dengan menyebut bahwa dunia butuh kisah sukses untuk memotivasi di tengah pesimisme saat ini.
"Dalam situasi ini, cerita bahwa Indonesia bisa konsolidasi fiskal hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun, padahal UU No. 2 Tahun 2020 tentang penanganan pandemi memberikan waktu 3 tahun," ucap Sri.
Baca juga: Sri Mulyani Tegaskan Komitmen Pensiun Dini PLTU Batu Bara Saat Bertemu Bos Bank Dunia
"Kita dalam situasi yang pesimistis, karena dunia dalam situasi yang tidak mudah. Ada tekanan geopolitik karena perang, menimbulkan dampak terhadap krisis pangan, energi, dan APBN di semua negara berdarah-darah karena fiskalnya, 'negara harus hadir' di tiap negara, dan mereka defisit besar, rasio utangnya juga sangat tinggi," ungkap Sri dalam IDE Katadata 2023 di Jakarta, Kamis (20/7/2023).
Dia mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu kisah sukses sebuah negara yang berhasil bangkit dan pulih dari pandemi. Paparan Sri dalam pertemuan tersebut disambut baik oleh mereka, dengan menyebut bahwa dunia butuh kisah sukses untuk memotivasi di tengah pesimisme saat ini.
"Dalam situasi ini, cerita bahwa Indonesia bisa konsolidasi fiskal hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun, padahal UU No. 2 Tahun 2020 tentang penanganan pandemi memberikan waktu 3 tahun," ucap Sri.
Lihat Juga :