Pasien IMF Tambah Banyak Jadi 30 Negara, Lebih Buruk dari Krisis 98

Rabu, 26 Juli 2023 - 13:31 WIB
loading...
Pasien IMF Tambah Banyak...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan negara-negara yang menjadi pasien Dana Moneter Internasional ( IMF ) semakin banyak di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit.

Permasalahan yang dihadapi begitu kompleks pascapandemi, mulai dari El Nino, perang Ukraina dengan Rusia yang tidak berkesudahan, ketegangan China dan Amerika Serikat (AS).

"Per hari ini ada 30 negara menjadi pasien IMF dan 11 baru mulai membaik," ungkap Airlangga dalam acara Sewindu Project Strategis Nasional, Rabu (26/7/2023).

Baca Juga: IMF: Ekonomi China Kehilangan Momentum, Pemulihan Rusia Semakin Cepat

Airlangga menegaskan bahwa kondisi tersebut lebih buruk dibandingkan masa krisis 1998 di Asia yang hanya kurang dari 10 negara. "Tapi kali ini betul-betul pascapandemi banyak negara menjadi pasien. Semua negara menghadapi masalah food, fertilizer, energi," jelasnya.

Meski banyak negara masuk menjadi pasien IMF, Indonesia bukan salah satu negara tersebut. Hal itu lantaran kondisi perekonomian Indonesia saat ini berada di angka 5,03% dan inflasi Indonesia masih terjaga.

Baca Juga: Pakistan Resmi Jadi Pasien IMF, Diguyur Utang Rp50 Triliun

"Alhamdulillah Indonesia menangani itu semua. Indonesia menjadi champion yang berbeda. Kita buktikan PMI kita ataupun optimisme industri terhadap perekonomian kita berada di level ekspansi 52,7%," jelas Airlangga.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Ditutup, Airlangga Hartarto: Ini Bagian Silaturahmi Lingkungan Pasar Modal
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Rekomendasi
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Palestina Jadi Salah...
Palestina Jadi Salah Satu dari Dua Negara Anggota Pengamat PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved