Dolar Menguat, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.175
Rabu, 02 Agustus 2023 - 16:11 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (2/8/2023). FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (2/8/2023), turun 70 poin di level Rp15.175 dari penutupan sebelumnya di Rp15.116.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS menguat setelah lembaga pemeringkat Fitch pada Selasa kemarin menurunkan peringkat AS menjadi AA+ dari AAA dalam sebuah langkah yang memicu tanggapan marah dari Gedung Putih dan mengejutkan investor meskipun ada resolusi krisis plafon utang dua bulan lalu.
"Ini mengutip kemungkinan penurunan fiskal selama tiga tahun ke depan dan mengulangi negosiasi plafon utang yang mengancam kemampuan pemerintah untuk membayar tagihannya," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (2/8/2023).
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Pasar Waspada Kenaikan Suku Bunga AS
Data ekonomi hari Selasa yang menunjukkan lowongan kerja AS tetap pada level yang konsisten dengan pasar tenaga kerja yang ketat, bahkan saat jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua tahun di bulan Juni. Sebuah laporan terpisah menyarankan manufaktur AS, mungkin stabil pada level yang lebih lemah.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS menguat setelah lembaga pemeringkat Fitch pada Selasa kemarin menurunkan peringkat AS menjadi AA+ dari AAA dalam sebuah langkah yang memicu tanggapan marah dari Gedung Putih dan mengejutkan investor meskipun ada resolusi krisis plafon utang dua bulan lalu.
"Ini mengutip kemungkinan penurunan fiskal selama tiga tahun ke depan dan mengulangi negosiasi plafon utang yang mengancam kemampuan pemerintah untuk membayar tagihannya," tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (2/8/2023).
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Pasar Waspada Kenaikan Suku Bunga AS
Data ekonomi hari Selasa yang menunjukkan lowongan kerja AS tetap pada level yang konsisten dengan pasar tenaga kerja yang ketat, bahkan saat jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua tahun di bulan Juni. Sebuah laporan terpisah menyarankan manufaktur AS, mungkin stabil pada level yang lebih lemah.
Lihat Juga :