Raja Minyak Gabung BRICS, Dolar AS Diprediksi Makin Ditinggal
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 21:01 WIB
loading...
Negara-negara BRICS diprediksi akan semakin meninggalkan penggunaan dolar AS dalam penyelesaian transaksi perdagangan antarnegara. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bergabungnya produsen sekaligus eksportir minyak utama dunia Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) ke dalam BRICS membuat kelompok itu semakin lengkap. Hal itu juga dinilai akan semakin memudahkan negara-negara anggotanya mengadopsi mata uang lokal untuk perdagangan danmeninggalkan dolar AS.
Seperti diketahui, Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi dan UEA secara resmi akan menjadi anggota BRICS pada 1 Januari 2024. Saat ini, anggota BRICS meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Para analis menilai, dengan perluasan tersebut, adopsi mata uang lokal yang lebih luas untuk perdagangan di antara negara-negara BRICS semakin wajar dibandingkan menggunakan dolar AS. Dengan menjadikan produsen dan konsumen minyak sebagai anggota, akan menjadi landasan bagi BRICS untuk menggunakan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan.
Menurut orang dalam industri minyak yang berbasis di Shanghai yang berbicara kepada Global Times dengan syarat anonim, hal itu tentunya akan lebih efisien dan mengurangi biaya transaksi. Dia menambahkan, dunia kini tengah menyaksikan senja petrodolar.
Baca Juga: Dedolarisasi Memanas, Terungkap Fakta Bentuk Mata Uang Baru BRICS
"Jika Anda mempertimbangkan blok perdagangan lain yang masing-masing dari lima negara BRICS saat ini menjadi anggotanya, serta negara-negara yang ingin bergabung dengan BRICS, maka itu cukup untuk membangun sistem moneter transnasional yang independen. Perdagangan minyak dapat mematahkan cengkeraman petrodolar dengan menggunakan penyelesaian mata uang lokal," kata orang dalam tersebut seperti dilansir Global Times, dikutip Sabtu (26/8/2023).
Seperti diketahui, Argentina, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi dan UEA secara resmi akan menjadi anggota BRICS pada 1 Januari 2024. Saat ini, anggota BRICS meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Para analis menilai, dengan perluasan tersebut, adopsi mata uang lokal yang lebih luas untuk perdagangan di antara negara-negara BRICS semakin wajar dibandingkan menggunakan dolar AS. Dengan menjadikan produsen dan konsumen minyak sebagai anggota, akan menjadi landasan bagi BRICS untuk menggunakan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan.
Menurut orang dalam industri minyak yang berbasis di Shanghai yang berbicara kepada Global Times dengan syarat anonim, hal itu tentunya akan lebih efisien dan mengurangi biaya transaksi. Dia menambahkan, dunia kini tengah menyaksikan senja petrodolar.
Baca Juga: Dedolarisasi Memanas, Terungkap Fakta Bentuk Mata Uang Baru BRICS
"Jika Anda mempertimbangkan blok perdagangan lain yang masing-masing dari lima negara BRICS saat ini menjadi anggotanya, serta negara-negara yang ingin bergabung dengan BRICS, maka itu cukup untuk membangun sistem moneter transnasional yang independen. Perdagangan minyak dapat mematahkan cengkeraman petrodolar dengan menggunakan penyelesaian mata uang lokal," kata orang dalam tersebut seperti dilansir Global Times, dikutip Sabtu (26/8/2023).
Lihat Juga :