Yuan China Ambruk ke Level Terendah 2007, Salah Satu Mata Uang Asia dengan Kinerja Terburuk

Kamis, 07 September 2023 - 21:03 WIB
loading...
Yuan China Ambruk ke...
Yuan China menutup perdagangan domestik hari ini, Kamis (7/9/2023) di level terendah sejak krisis keuangan global tahun 2007. Foto/Dok
A A A
SHANGHAI - Yuan China menutup perdagangan domestik hari ini, Kamis (7/9/2023) di level terendah sejak krisis keuangan global tahun 2007. Pelemahan data perdagangan terbaru, memperlihatkan ekonomi China sedang mengalami tekanan berat.

Dilansir Reuters, yuan mengakhiri sesi perdagangan domestik dengan mendarat ke posisi 7,3279 per dolar, untuk menjadi penutupan terlemah sejak 12 Desember 2007. Baca Juga: Ekspor Impor Lesu, Ekonomi China Terancam Gagal Tumbuh 5%

Perbedaan imbal hasil yang melebar dan goyahnya ekonomi domestik menyeret yuan China turun hampir 6% tahun ini untuk menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja terburuk.

Baca Juga: Era Panjang Dominasi Dolar AS Segera Berakhir, Bankir Rusia: Waktunya China

Yuan sudah mendekam di zona merah, ketika dolar berdiri tangguh menjelang angka perdagangan China, yang menunjukkan ekspor dan impor berkontraksi pada kecepatan yang lebih lambat dan sedikit melampau ekspektasi

The offshore Yuan mengikuti tren pelemahan, meskipun aksi bank-bank negara baru-baru ini untuk memperketat likuiditas. Yuan China melemah ke level terendah 7,3369 per dolar, level terendah sejak 17 Agustus dan diperdagangkan pada 7,3330 pada sekitar pukul 08.30 GMT.

"Pelemahan yuan baru-baru ini sebagian besar disebabkan oleh dolar yang kuat," kata Kepala ekonom di Citic Securities, Ming Ming.

"Selain indeks dolar yang tinggi, ada dua faktor lain yakni melonggarnya kebijakan moneter domestik dan perlambatan pemulihan ekonomi pada kuartal kedua dan ketiga," sambungnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Banjir Tapanuli Utara...
Banjir Tapanuli Utara Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
Senator: Tambahan Penerima...
Senator: Tambahan Penerima Bantuan Pangan Harus Diiringi Penguatan Data dan Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Berita Terkini
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Infografis
China Kembali Operasikan...
China Kembali Operasikan Salah Satu Kapal Perang Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved