Venezuela Mau Gabung BRICS, Harta Karunnya Bukan Kaleng-kaleng: Kalahkan Raja Minyak
Kamis, 14 September 2023 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Meski Venezuela tengah didera inflasi tinggi yang berkepanjangan, namun negara Amerika latin ini memiliki kandungan harta karun berupa minyak yang sangat luar biasa, bahkan mengalahkan negara-negara yang disebut raja minyak sekalipun, seperti Arab Saudi.
Beradasarkan data BP World Energy Statistics 2022, Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti lebih banyak dibandingkan negara lain mana pun di dunia. Cadangan minyak terbukti Venezuela mencapai 304 miliar barel, melampaui cadangan Arab Saudi yang berjumlah 298 miliar barel dan juga cadangan terbukti AS yang hanya 69 miliar barel.
Saat ini memang Venezuela bukan negara penghasil minyak terbesar di dunia karena produksinya hanya 605.000 barel per hari. Dengan jumlah produksi sebanyak itu, Venezuela hanya menduduki perikat 25, jauh di bawah Arab Saudi yang menghasilkan 9,4 juta barel dan Amerika yang sebanyak 11,1 juta barel per hari.
Kemampuan Venezuela menyedot minyaknya memang sangat terbatas lantaran kebijakan negara tersebut saat berada di bawah kendali mendiang Hugo Chavez. Saat itu Chavez menginginkan pembagian hasil yang lebih besar dari perusahaan yang menyedot minyak Venezuela.
Tak pelak, kebijakan tersebut membuat sejumlah perusahaan minyak menolak sehingga pemerintahan Chavez merebut aset-aset dan mengusir perusahaan. Amerika dan sekutunya pun geram dan memberikan berbagai sanksi yang ujungnya menurukan jumlah sedotan minyak Venezuela secara drastis.
Beradasarkan data BP World Energy Statistics 2022, Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti lebih banyak dibandingkan negara lain mana pun di dunia. Cadangan minyak terbukti Venezuela mencapai 304 miliar barel, melampaui cadangan Arab Saudi yang berjumlah 298 miliar barel dan juga cadangan terbukti AS yang hanya 69 miliar barel.
Saat ini memang Venezuela bukan negara penghasil minyak terbesar di dunia karena produksinya hanya 605.000 barel per hari. Dengan jumlah produksi sebanyak itu, Venezuela hanya menduduki perikat 25, jauh di bawah Arab Saudi yang menghasilkan 9,4 juta barel dan Amerika yang sebanyak 11,1 juta barel per hari.
Kemampuan Venezuela menyedot minyaknya memang sangat terbatas lantaran kebijakan negara tersebut saat berada di bawah kendali mendiang Hugo Chavez. Saat itu Chavez menginginkan pembagian hasil yang lebih besar dari perusahaan yang menyedot minyak Venezuela.
Tak pelak, kebijakan tersebut membuat sejumlah perusahaan minyak menolak sehingga pemerintahan Chavez merebut aset-aset dan mengusir perusahaan. Amerika dan sekutunya pun geram dan memberikan berbagai sanksi yang ujungnya menurukan jumlah sedotan minyak Venezuela secara drastis.
Lihat Juga :