Anak Sang Raja Media Mundur dari News Corp

Minggu, 02 Agustus 2020 - 06:41 WIB
loading...
Anak Sang Raja Media...
James Murdoch, anak bungsu dari sang Raja Media Rupert Murdoch memutuskan mundur dari dewan News Corporation dengan alasan ketidaksetujuan atas konten editorial. Foto/Dok BBC
A A A
NEW YORK - James Murdoch, anak bungsu dari sang Raja Media Rupert Murdoch memutuskan mundur dari dewan News Corporation dengan alasan ketidaksetujuan atas konten editorial. Dalam pengajuan ke regulator Amerika Serikat, dia menyatakan tidak setuju dengan beberapa keputusan strategis yang dibuat oleh perusahaan.

Namun seperti dikutip dari BBC, tidak disebutkan secara rinci perihal perbedaan kebijakan antara James Murdoch dan perusahaan. Tapi Murdoch sebelumnya melayangkan kritik terhadap outlet News Corp, yang termasuk Wall Street Journal, untuk meliput perubahan iklim. Rupert Murdoch, ketua eksekutif News Corp, dan putranya yang lain, Lachlan sebagai wakil ketua, mengapresiasi sikap James.

Sementara itu dalam beberapa tahun terakhir, James Murdoch juga didapati bertentangan secara politis dengan ayahnya, seperti disampaikan wartawan BBC Amerika Utara David Willis. Saat Murdoch senior telah berjanji memberikan dukungan untuk Donald Trump, James Murdoch telah dilaporkan menyumbang ratusan ribu dolar untuk kampanye dari saingan Trump, yakni rivalnya Joe Biden.

(Baca Juga: Pertanda Kejatuhan Kerajaan Bisnis Rupert Murdoch? )

Disebutkan pengunduran diri James Murdoch dari News Corp, dikatakan untuk memberikan pengaruh lebih besar kepada saudaranya Lachlan yang umumnya berpikir untuk berbagi pandangan dengan ayahnya yang lebih konservatif. "Kami berterima kasih kepada James atas pelayanannya selama bertahun-tahun kepada perusahaan, kami berharap yang terbaik untuknya di masa depan," kata Lachlan seperti dikutip BBC.

Murdoch sebagai raja media Internasional paling berpengaruh memiliki lebih dari 30 surat kabar yang tersebar di Amerika Serikat (AS), Australia, hingga Inggris termasuk Fox News. News Corp juga memiliki The Times, The Sun dan The Sunday Times di Inggris, serta surat kabar Australia yakni The Australian, The Daily Telegraph dan The Herald Sun.

Mengutip Forbes, tahun 2019 lalu, Rupert Murdoch memiliki kekayaan mencapai USD18,5 miliar atau setara dengan Rp259 triliun (kurs Rp 14.000). Jaringan media yang ia miliki misalnya saluran kabel Fox News, The Times of London, dan The Wall Street Journal. Pada Maret tahunlalu, Murdoch menjual sebagian besar studio film Fox dan FX hingga National Geographic Networks di Star India ke Disney sebesar USD71,3 miliar.

Ia juga memiliki jaringan surat kabar antara lain New York Post yang ia akuisisi pada 1976 lalu, The Times (1981), The Sunday Times dan The Daily Telegraph (1972). Selain media cetak, dia juga memiliki bisnis label rekaman Mushroom Records, HarperCollins, hingga layanan informasi Dow Jones. Untuk menaungi seluruh bisnisnya, ia membuat News Corporation yang kini beroperasi di lebih dari 50 negara.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Angela Tanoesoedibjo:...
Angela Tanoesoedibjo: Industri Media Hadapi Banyak Tantangan di Era yang Serba Cepat
Angela Tanoesoedibjo:...
Angela Tanoesoedibjo: Media Kredibel Tetap Jadi Rujukan di Era Banjir Informasi
Wamenaker Minta Perusahaan...
Wamenaker Minta Perusahaan Media Tak Lakukan PHK, Janji Beri Perhatian Khusus
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Ditunjuk Jadi Co-CEO MNC Group
RPP Kesehatan Berpotensi...
RPP Kesehatan Berpotensi Picu PHK di Industri Kreatif dan Media
AMSI Harap Perpres Publishers...
AMSI Harap Perpres Publishers Rights Jadikan Ekosistem Bisnis Media Lebih Baik
Pemerintah Gandeng Homeless...
Pemerintah Gandeng Homeless Media, Dewan Pers: Mereka Jangan Menjadi Humas
Perkuat Kesiapan Kerja,...
Perkuat Kesiapan Kerja, SGU Jalin Kolaborasi dengan Industri Media
AMSI Ungkap Fenomena...
AMSI Ungkap Fenomena AI Crawler Jadi Tekanan Baru Industri Media
Rekomendasi
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Berita Terkini
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved