Gawat Nih! Pasar Modern Mulai Batasi Masyarakat Beli Beras

Rabu, 20 September 2023 - 13:45 WIB
loading...
Gawat Nih! Pasar Modern...
Pasokan beras ke pasar modern terganggu kebijakan HET. Foto/ArifJulianto/MPI
A A A
JAKARTA - Ombudsman mengungkap saat ini sudah ada pasar modern yang membatasi masyarakat untuk membeli beras . Pembatasan itu dilakukan karena pasokan dari distributor terhambat dan membuat stok menipis.

Baca juga: Jauh di Atas HET, Harga Beras Melonjak hingga 11 Persen Lebih

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Yeka, menjelaskan kondisi pasokan beras yang mulai lesu itu terjadi karena para produsen atau distributor mulai enggan untuk menjual produknya ke ritel modern. Pasalnya, menjual ke pasar modern perlu mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Seminggu lalu di beberapa supermarket sudah ada pembatasan pembelian beras. Jangan sampai HET itu membuat pelaku usaha tidak mau memasarkan beras ke pasar modern," ujar Yeka dalam Market Review IDXChannel, Rabu (20/9/2023).

Menurutnya kebijakan HET untuk beras akan membebankan para produsen ataupun distributor ritel modern. Sebab, harga gabah sebetulnya memang sudah mahal, lantaran tidak ada regulasi yang mengatur soal harga gabah.

Ombudsman saat ini tengah mengusulkan kepada pemerintah untuk mencabut kebijakan HET terutama untuk beras premium. Kebijakan itu dikhawatirkan bakal berdampak seperti kasus kelangkaan minyak goreng yang terjadi beberapa waktu lalu.

Produsen justru lebih memilih untuk menahan barangnya ketimbang menjual sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Terlebih ketika biaya produksinya tidak masuk dengan standar HET yang ditetapkan.

"Maka Ombudsman menyaranhkan agar pasokan beras di pasar modern ini lancar, HET untuk beras premium dihilangkan dulu, tujuannya agar barang masuk ke pasar," kata Yeka.

Pemerintah lewat Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Permendag No. 57/2017 tentang HET Beras. Untuk beras Premium harganya dipatok paling tinggi Rp12.800/kg. Sedangkan saat ini, bulan September, harga rerata nasional untuk jenis beras premium sudah berada di angka Rp14.555/kg.

Sedangkan untuk beras medium pemerintah menetapkan harga tertinggi di Rp10.900/kg. Pada September ini saja, rerata nasional untuk harga beras medium tembus Rp12.740/kg.

Yeka mengatakan saat ini harga gabah memang cukup tinggi, karena terjadi penurunan produktivitas dari sisi petani lokal. Bahkan harga gabah menurutnya rerata sudah mencapai Rp8.200/kg, sehingga sudah bisa dipastikan harga beras di atas HET.

Baca juga: Kisah Kesaktian Panembahan Senopati Bertemu Nyi Roro Kidul Diiringi Endhog Jagad

"Harga beras naik, itu dipacu dari harga gabah yang naik. Kalau HET tidak dicabut kasihan tukang dagangnya, sekarang kalau kita lihat di toko, banyak sekali pedagang yang menjual beras premium di atas HET, bukan karena mau untung, tapi memang harganya mahal," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Dorong Ketahanan Pangan,...
Dorong Ketahanan Pangan, Asuransi Jasindo Gelar Program Pengembangan Beras Sehat di Karawang
Harga Tepung Beras Melonjak,...
Harga Tepung Beras Melonjak, Pelaku UMKM Kini Tertekan
Surplus Beras 13%, Indonesia...
Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Jalani Pengajian dan...
Jalani Pengajian dan Siraman, Jennifer Coppen Tampil Anggun dengan Makeup Soft Glam
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
Berita Terkini
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Infografis
Indonesia Beli Rudal...
Indonesia Beli Rudal BrahMos India Senilai Rp7,3 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved