Greenback Makin Perkasa di Tengah Gaung Dedolarisasi

Selasa, 26 September 2023 - 15:47 WIB
loading...
Greenback Makin Perkasa...
Dolar masih kuat meski diterjang dedolarisasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gerakan dedolarisasi oleh BRICS dan juga sejumlah negara, ternyata tak menggoyahkan mata uang Amerika Serikat. Hari ini, greenback justru berada dalam level tertinggi dalam sepuluh bulan terakhir terhadap sejumlah mata uang utama dunia, seperti euro, poundsterling, yuan, dan yen.

Baca juga: Dedolarisasi Terus Meluas, Indonesia Ikut Gerakan Anti Dolar

Mengutip, Reuters, Selasa (26/9/2023), salah satu penopang penguatan dolar adalah imbal hasil obligasi AS yang mencapai puncaknya dalam 16 tahun. Kombinasi data ekonomi yang tangguh, retorika The Fed yang hawkish, dan defisit anggaran yang dibiayai dengan pinjaman, membuat imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik lebih dari 45 basis poin (bps) pada September menjadi 4,5%. Itu adalah kenaikan untuk pertama kalinya sejak 2007.

Pasar memperhitungkan risiko kenaikan suku bunga The Fed yang hampir sebesar 40% pada tahun ini--dibandingkan dengan peluang yang lebih kecil untuk kenaikan suku bunga lagi di Eropa--telah membantu menopang dolar yang banyak orang perkirakan akan segera turun ketika The Fed memberi isyarat untuk mengakhiri kenaikan suku bunga.

Euro menahan penurunan 0,5% pada hari Senin kemarin (25/9/2023) dan berada pada level terendah enam bulan di USD1,0584. Nilai tukar ini diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 3% pada kuartal ini, yang merupakan persentase kerugian kuartalan terburuk dalam setahun.

Sterling juga diperkirakan akan menghentikan kenaikan tiga perempatnya, dengan penurunan sebesar 3,8% selama tiga bulan hingga September. Semalam mata uang ini jatuh ke level terendah dalam enam bulan di USD1,2195 dan diperdagangkan hanya sedikit di atas level tersebut di sesi Asia.

Indeks dolar AS menyentuh level tertinggi sejak November di 106,1 pada hari Senin dan berada di 106,03 pada hari Selasa.

"Dari sini indeks dolar mengincar level di sekitar 107,20. Hanya sedikit mata uang yang akan menolak isu ketahanan makro dolar yang bullish, dan euro serta yuan China terlihat lebih rentan dibandingkan kebanyakan mata uang lainnya," kata seorang analis di Westpac Bank Australia.

Mengutip XE.com, sepanjang tahun ini mata uang China terus mengalami pelemahan terhadap dolar. Di awal Januari 1USD sama dengan 6,7 yuan, hari ini dolar sudah seharga 7,3 yuan.

Padahal, China terus mendorong gerakan dedolarisasi dengan tujuan memposisikan yuan sebagai mata uang cadangan. Bank sentral China telah meningkatkan kepemilikan yuan sehingga porsi mata uang tersebut terhadap cadangan global sekitar 2,5%.

Sami mawon dengan rubel. Mata uang Rusia itu sepanjang tahun ini juga melemah terhadap dolar. Di awal tahun 1 dolar sekitar 66,4 rubel, kini naik menjadi 96 rubel per dolar.

Semestinya, jika gerakan dedolarisasi membuahkah hasil, maka dolar tentu menjadi tak berharga lantaran dibuang dan tak digunakan. Ternyata, malah sebaliknya, dibuang tapi nilainya kian menjulang.

Ternyata, ada faktor lain yang membuat gerakan dedolarisasi BRICS belum sempat menggoyahkan dolar. Salah satunya adalah skala kekuatannya.

"BRICS kekuatannya masih kecil untuk menantang dolar. Sejauh ini baru gertakan politik, belum ada langkah konkret, misalnya membuat mata uang bersama BRICS. Selama tidak ada mata uang bersama, maka bargaining power melawan dolarnya tetap lemah," kata Bhima Yudhistira, ekonom Celios.

Dari dalam negeri sendiri, rupiah semakin keok terhadap dolar. Sempat perkasa pada Mei di kisaran Rp14.600, pelan tapi pasti, rupiah terpuruk terhadap dolar. Per hari ini, rupiah sudah hampir menyentuh Rp15.500.

Padahal, belum lama ini pemerintah terus menggencarkan sejumlah strategi untuk menopang mata uang garuda. Seperti membuat kebijakan terkait devisa hasil ekspor.

"Serapan DHE dari total nilai ekspor masih rendah. Perlu didorong lagi eksportir simpan DHE. Bank harus perbaiki layanan untuk menarik minat simpanan valas domestik. Kemudian ada ganjalan dari biaya pelayaran ekspor impor yang masih gunakan dolar, jadi kapal-kapal berbendara asing masih sulit terima mata uang selain dolar. Akibatnya pengusaha tetap perlu stok dolar," jelas Bhima.

Bahkan Bank Indonesia pun tak mau kalah dalam urusan menjaga rupiah. Bank Indonesia teah mengeluarkan sekuritas rupiah bank Indonesia (SRBI) untuk menyerap valas atau dolar sehingga bisa menopang rupiah.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Aturan Batas Usia Capres-Cawapres Open Legal Policy

SRBI yang beberapa hari lalu diluncurkan sukses menyerap valas senilai Rp12 triliun. Saking diminatinya, surat utang ala BI itu mengalami kelebihan penawaran hingga Rp45 triliun. Tapi, sayangnya rupiah tetap melemah.


(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved