Kartu Pra Kerja Disebut Rentan Korupsi, Ekonom: Digital Tak Kenal Main Bawah Tangan

Selasa, 04 Agustus 2020 - 15:51 WIB
loading...
Kartu Pra Kerja Disebut...
Direktur Riset CORE Piter Abdullah mengatakan, kartu pra kerja kan secara digital jadi tidak ada main bawah tangan seperti dahulu. Dan secara data dapat ditelusuri, karena ada jejak digitalnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Banyak kalangan menilai program Kartu Prakerja rentan korupsi, lantaran menggandeng delapan mitra platform digital. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun didorong untuk menyelidiki dugaan tersebut.

(Baca Juga: Program Kartu Pra Kerja Sulit Diakses Buruh, Bagaimana di Gelombang 4? )

Menanggapi hal itu, Direktur Riset CORE Piter Abdullah mengatakan bahwa program Kartu Pra Kerja ini bukan seperti pengadaan barang dan jasa. Apalagi, dana yang diberikan tidak langsung diterima oleh delapan platform tersebut.

"Ini bukan seperti pengadaan barang dan jasa. Disini yang menerima langsung adalah masyarakat dan mereka memilih sendiri platformnya mana yang akan dibayar," kata Piter di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

(Baca Juga: Kartu Pra Kerja Dilanjutkan Jadi Semi Bansos, Ini 4 Poin Pentingnya )

Ia menilai, bahwa program pemerintah ini merupakan suatu terobosan baru untuk menghindari korupsi. Sebab semua dilakukan secara digital, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

"Ini kan secara digital jadi tidak ada main 'bawah tangan' seperti dahulu. Dan secara data dapat ditelusuri, karena ada jejak digitalnya," jelasnya

Seperti diketahui, pemerintah menunjuk delapan platform dalam program Kartu Pra Kerja yang meliputi Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id. Platform-platform tersebut berkewajiban untuk melakukan kurasi dan verifikasi serta menjadi pasar dari berbagai pelatihan yang disediakan oleh lembaga pelatihan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenko Perekonomian...
Kemenko Perekonomian Usul Prabowo Lanjutkan Program Kartu Prakerja
Kebutuhan Green Job...
Kebutuhan Green Job Diproyeksikan Capai 4,4 Juta di 2030
Coming Soon, Program...
Coming Soon, Program Kartu Prakerja Segera Dibuka Lagi Pertengahan 2024
Bukti Nyata, Mayoritas...
Bukti Nyata, Mayoritas Alumni Kartu Prakerja Masih Jadi Pengangguran
Ada Kabar LPDP Dialihkan...
Ada Kabar LPDP Dialihkan ke Kartu Prakerja, Begini Penjelasan Menko Airlangga
Tahun Ini, Anggaran...
Tahun Ini, Anggaran Bantuan Kartu Prakerja Naik Jadi Rp4,8 Triliun
Tekan Pengangguran di...
Tekan Pengangguran di Bojonegoro, Setyo Wahono Siapkan Kartu Prakerja Baru
Kartu Prakerja Dinilai...
Kartu Prakerja Dinilai Memberi Peluang Masyarakat Tingkatkan Keterampilan
Pendaftaran Akun Baru...
Pendaftaran Akun Baru Pelatihan Prakerja Masih Dibuka, Ini Beragam Pilihan Kelas Skill Academy
Rekomendasi
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Pendaftaran Kartu Pra...
Pendaftaran Kartu Pra Kerja Dibuka, Intip Cara Dapat Rp3,5 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved