Kini Giliran Pengusaha Bus AKAP 'Ngegas' Terancam Bangkrut
Selasa, 04 Agustus 2020 - 16:57 WIB
loading...
A
A
A
“Stimulus tidak sampai. Kalau bicara stimulus dari peraturan OJK misalnya, kami belum merasakan,” ujar dia. ( Baca juga:Hari Pertama Penerapan Ganjil Genap, Ada Ratusan Kendaraan Melanggar )
Kurnia juga menyesalkan semakin meningkatnya masyarakat yang menggunakan angkutan pribadi di jalan raya menuju luar kota. Kondisi juga dikhawatirkan makin menjamurnya angkutan-angkutan ilegal berupa angkutan pribadi pelat hitam yang disewakan.
Penggunaan angkutan sewa pelat hitam dinilainya akan merugikan negara sebab angkutan-angkutan tersebut tidak memiliki izin dari regulator. “Pada akhirnya makin terbengkalai. Sementara angkutan pelat hitam juga sulit ditindak oleh petugas lalu lintas,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya menjamin penggunaan angkutan bus sesuai protokol kesehatan yang tegas diterapkan di lapangan, bisa berjalan seiring dengan dibukanya sektor ekonomi sebagaimana didengungkan pemerintah.
“Yang kita khawatirkan sekarang ini stigma masyarakat bahwa menggunakan bus itu rentan (terpapar Covid-19) sudah semakin melekat. Pada akhirnya pelan-pelan bisa mematikan sektor ini,” pungkasnya.
Kurnia juga menyesalkan semakin meningkatnya masyarakat yang menggunakan angkutan pribadi di jalan raya menuju luar kota. Kondisi juga dikhawatirkan makin menjamurnya angkutan-angkutan ilegal berupa angkutan pribadi pelat hitam yang disewakan.
Penggunaan angkutan sewa pelat hitam dinilainya akan merugikan negara sebab angkutan-angkutan tersebut tidak memiliki izin dari regulator. “Pada akhirnya makin terbengkalai. Sementara angkutan pelat hitam juga sulit ditindak oleh petugas lalu lintas,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pihaknya menjamin penggunaan angkutan bus sesuai protokol kesehatan yang tegas diterapkan di lapangan, bisa berjalan seiring dengan dibukanya sektor ekonomi sebagaimana didengungkan pemerintah.
“Yang kita khawatirkan sekarang ini stigma masyarakat bahwa menggunakan bus itu rentan (terpapar Covid-19) sudah semakin melekat. Pada akhirnya pelan-pelan bisa mematikan sektor ini,” pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :