Tawarkan Harta Karun Rp15.000 Triliun, Taliban Ingin Gabung Jalur Sutra China
Kamis, 19 Oktober 2023 - 19:32 WIB
loading...
Penjabat menteri perdagangan Taliban Haji Nooruddin Azizi. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Kejutan datang dari Afghanistan. Pemerintahan Taliban menyatakan ingin secara resmi bergabung dengan inisiatif Belt and Road' Infrastructure ( BRI ) atau Jalur Sutra Modern yang dicanangkan Presiden Xi Jinping pada 2013 lalu. Seorang penjabat di Kementerian Perdagangan Afghanistan mengatakan, pihaknya akan mengirim tim teknis ke China untuk melakukan pembicaraan.
Baca juga: Afghanistan Kembali Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 6,3
Beijing telah berupaya mengembangkan hubungannya dengan pemerintah yang dipimpin Taliban sejak mereka mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021, meskipun tidak ada pemerintah asing lain yang mengakui pemerintahannya.
Bulan lalu, China menjadi negara pertama yang menunjuk seorang duta besar untuk Kabul, sementara negara-negara lain tetap mempertahankan duta besar sebelumnya atau menunjuk kepala misi dalam kapasitas tugas yang tidak melibatkan penyerahan surat kepercayaan secara resmi kepada pemerintah.
“Kami meminta China untuk mengizinkan kami menjadi bagian dari Koridor Ekonomi China-Pakistan dan inisiatif BRI, (dan) sedang membahas masalah teknis hari ini,” kata penjabat Menteri Perdagangan Haji Nooruddin Azizi dikutip dari Reuters, Kamis (19/10/2023).
“Koridor ekonomi” Pakistan mengacu pada bagian utama dari BRI di negara tetangga Afghanistan. Azizi mengatakan pemerintah juga akan mengirimkan tim teknis ke China agar mereka dapat “lebih memahami” permasalahan yang menghalangi mereka untuk bergabung dengan inisiatif tersebut, namun tidak menjelaskan secara rinci apa yang menghambat Afghanistan.
Baca juga: Afghanistan Kembali Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 6,3
Beijing telah berupaya mengembangkan hubungannya dengan pemerintah yang dipimpin Taliban sejak mereka mengambil alih kekuasaan pada tahun 2021, meskipun tidak ada pemerintah asing lain yang mengakui pemerintahannya.
Bulan lalu, China menjadi negara pertama yang menunjuk seorang duta besar untuk Kabul, sementara negara-negara lain tetap mempertahankan duta besar sebelumnya atau menunjuk kepala misi dalam kapasitas tugas yang tidak melibatkan penyerahan surat kepercayaan secara resmi kepada pemerintah.
“Kami meminta China untuk mengizinkan kami menjadi bagian dari Koridor Ekonomi China-Pakistan dan inisiatif BRI, (dan) sedang membahas masalah teknis hari ini,” kata penjabat Menteri Perdagangan Haji Nooruddin Azizi dikutip dari Reuters, Kamis (19/10/2023).
“Koridor ekonomi” Pakistan mengacu pada bagian utama dari BRI di negara tetangga Afghanistan. Azizi mengatakan pemerintah juga akan mengirimkan tim teknis ke China agar mereka dapat “lebih memahami” permasalahan yang menghalangi mereka untuk bergabung dengan inisiatif tersebut, namun tidak menjelaskan secara rinci apa yang menghambat Afghanistan.
Lihat Juga :