Bank Mandiri dan BCA Ungkap Penyebab BI Naikkan Suku Bunga Jadi 6%
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 21:54 WIB
loading...
Demi menjaga rupiah, BI kerek bunga acuan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perbankan merespons kebijakan Bank Indonesia ( BI ) yang memutuskan untuk menaikkan bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps ke 6%. Penyesuaian suku bunga pinjaman maupun simpanan tentunya akan bergantung pada kondisi likuiditas masing-masing perbankan.
Baca juga: Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Baru Akan Direspons Perbankan Tahun Depan
"Dengan mempertimbangkan strategi pengembangan usaha dan kondisi eksternal, termasuk perhitungan pada tren suku bunga di pasar dan suku bunga acuan," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha, saat dikonfirmasi, Jumat (20/10/2023).
Menurut Rudi, kenaikan suku bunga acuan BI merupakan langkah pre emptive untuk mengantisipasi fluktuasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Meski begitu, melihat kondisi perekonomian Indonesia sepanjang semester I-2023, kami optimistis ruang pertumbuhan masih terbuka sampai dengan akhir tahun," ujar dia.
Rudi melanjutkan, Bank Mandiri juga memproyeksikan bisnis akan tetap tumbuh mengingat secara umum perbankan masih memiliki likuiditas yang cukup untuk melanjutkan ekspansi bisnis sejalan dengan laju perekonomian yang didukung oleh kebijakan fiskal pemerintah.
Baca juga: Kenaikan Suku Bunga Acuan BI Baru Akan Direspons Perbankan Tahun Depan
"Dengan mempertimbangkan strategi pengembangan usaha dan kondisi eksternal, termasuk perhitungan pada tren suku bunga di pasar dan suku bunga acuan," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha, saat dikonfirmasi, Jumat (20/10/2023).
Menurut Rudi, kenaikan suku bunga acuan BI merupakan langkah pre emptive untuk mengantisipasi fluktuasi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Meski begitu, melihat kondisi perekonomian Indonesia sepanjang semester I-2023, kami optimistis ruang pertumbuhan masih terbuka sampai dengan akhir tahun," ujar dia.
Rudi melanjutkan, Bank Mandiri juga memproyeksikan bisnis akan tetap tumbuh mengingat secara umum perbankan masih memiliki likuiditas yang cukup untuk melanjutkan ekspansi bisnis sejalan dengan laju perekonomian yang didukung oleh kebijakan fiskal pemerintah.
Lihat Juga :