Dua Bulan Penuh Harap Agar Indonesia Terhindar dari Jurang Resesi
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Bahlil, BKPM akan fokus membantu investor mengurus berbagai hal yang dibutuhkan seperti perizinan dari daerah hingga pusat dengan catatan investor tersebut benar-benar serius menanamkan modal di Indonesia. "Investor yang bawa modal, bawa teknologi, izinnya kami bantu,” katanya. BKPM juga berkomitmen untuk memfasilitasi permintaan investor jika mereka serius merealisasikan komitmennya, termasuk mengenai permintaan insentif fiskal. (Baca juga: Obat Kuat Bos OJK Pulihkan Ekonomi, Apa Saja?)
Ciptakan Rasa Aman
Selain penyerapan anggaran PEN, stimulus dan insentif fiskal, yang tak kalah penting agar geliat ekonomi terus berjalan, yakni menciptakan rasa aman. Ekonom senior Raden Pardede menegaskan, pemerintah harus memberikan rasa aman dan sehat kepada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat percaya diri dalam membelanjakan uangnya. "Guna menghindari resesi ini, prasyarat di awal harus timbul dulu rasa aman dan sehat. Jangan hanya memusatkan perhatian ke ekonomi," harapnya.
Menurut Raden, bila pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal III/2020, maka Indonesia akan mengalami resesi. Begitu pula di kuartal IV, jika negatif maka masih disebut resesi. Manakala resesi berkelanjutan dan berlangsung lama bisa berujung pada depresi atau kebangkrutan dalam perekonomian. "Kalau tahun depan masih negatif berarti depresi ekonomi. Maka, ini harus dilakukan pencegahan di kuartal III agar jangan negatif," desaknya. (Lihat videonya: Menghindari Tabrakan, Sebuah Mobil Tercebur ke Laut)
Depresi ekonomi tentu harus dihindari. Ini bukan tugas pemerintah saja, pengusaha dan masyarakat pun harus punya tanggung jawab menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Saatnya bekerja keras melebihi rutinitas! (Ferdi Rantung/Rina Anggraeni/Rakhmat Baihaqi)
Ciptakan Rasa Aman
Selain penyerapan anggaran PEN, stimulus dan insentif fiskal, yang tak kalah penting agar geliat ekonomi terus berjalan, yakni menciptakan rasa aman. Ekonom senior Raden Pardede menegaskan, pemerintah harus memberikan rasa aman dan sehat kepada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat percaya diri dalam membelanjakan uangnya. "Guna menghindari resesi ini, prasyarat di awal harus timbul dulu rasa aman dan sehat. Jangan hanya memusatkan perhatian ke ekonomi," harapnya.
Menurut Raden, bila pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal III/2020, maka Indonesia akan mengalami resesi. Begitu pula di kuartal IV, jika negatif maka masih disebut resesi. Manakala resesi berkelanjutan dan berlangsung lama bisa berujung pada depresi atau kebangkrutan dalam perekonomian. "Kalau tahun depan masih negatif berarti depresi ekonomi. Maka, ini harus dilakukan pencegahan di kuartal III agar jangan negatif," desaknya. (Lihat videonya: Menghindari Tabrakan, Sebuah Mobil Tercebur ke Laut)
Depresi ekonomi tentu harus dihindari. Ini bukan tugas pemerintah saja, pengusaha dan masyarakat pun harus punya tanggung jawab menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Saatnya bekerja keras melebihi rutinitas! (Ferdi Rantung/Rina Anggraeni/Rakhmat Baihaqi)
(ysw)
Lihat Juga :