Ganjar Soal TikTok Shop: Kita Atur Agar Tidak Saling Merugikan

Rabu, 25 Oktober 2023 - 12:23 WIB
loading...
Ganjar Soal TikTok Shop:...
Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo memberikan solusi terkait persoalan TikTok Shop. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo telah menyoroti pelarangan penggunaan TikTok dalam transaksi secara langsung, dengan mengungkapkan bahwa dia telah menerima keluhan dari kaum muda mengenai kebijakan pelarangan tersebut.

Apabila terpilih sebagai presiden, Ganjar berkomitmen untuk mengatur semua platform yang berkaitan dengan ekonomi digital, termasuk TikTok Shop. Ganjar menerangkan bahwa dia pernah ditanya mengenai alasan dihentikannya operasional TikTok Shop, meskipun platform social commerce tersebut telah menjadi tempat utama bagi banyak pedagang untuk berjualan.

Baca Juga: Ketum Parpol Pendukung Ganjar-Mahfud MD Bertemu Siang Ini

Sebaliknya, dia menyadari bahwa toko ritel konvensional saat ini sedang menghadapi tantangan. Perkembangan teknologi digital yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara orang berbelanja.

Bagi Ganjar, penutupan TikTok Shop merupakan indikasi bahwa transformasi digital masih belum selesai. Hal ini disebabkan oleh berbagai peristiwa yang mengganggu proses transformasi digital tersebut.

"Transformasi ini belum selesai, tetapi pada saat yang sama, situasi ini muncul. Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat mengatur dan mencapai kesepakatan, karena dunia digital mendorong kita untuk benar-benar mempersiapkannya dengan baik," ucapnya.

Ganjar menekankan tingginya potensi penggunaan aplikasi tersebut dan mengingatkan tentang potensi yang dimiliki oleh dunia digital bagi generasi muda.

"Ini adalah peluang besar bagi kita untuk membangun, masih sangat luas. Ini adalah ekonomi kreatif dan digital yang memiliki potensi yang sangat penting untuk pertumbuhan. Saat ini, kita sedang berada dalam tahap transisi yang memungkinkan kita untuk menyelesaikannya," ujar Ganjar.

Lebih jauh, Ganjar menegaskan bahwa ia tidak mengambil posisi yang pro atau kontra terhadap keberadaan TikTok Shop. Namun, ia percaya bahwa regulasi perlu diterapkan pada berbagai platform digital, termasuk TikTok Shop, guna memastikan bahwa proses transformasi digital di Indonesia tidak terganggu di masa mendatang.

"Ini bukan tentang mendukung TikTok Shop secara khusus. Beberapa orang bertanya, 'Mengapa kami tidak diizinkan?' dan ada yang bertanya mengapa usaha kami berjalan buruk. Solusinya adalah regulasi," jelas Ganjar.

"Kita perlu mengatur (TikTok Shop). Saat ini, penting bagi kita untuk mengatur dunia digital agar tidak ada kerugian yang saling terjadi," tambahnya.

Baca Juga: Survei Alvara: Ganjar-Mahfud Kokoh di Puncak Kalahkan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin

Setelah acara berakhir, Ganjar mengklarifikasi bahwa pernyataannya sebenarnya tidak bermaksud mendukung TikTok Shop secara khusus. Dia menjelaskan bahwa solusinya adalah dengan mengatur penggunaan dunia digital.

Sebagai informasi, TikTok Shop secara resmi menghentikan operasinya pada tanggal 4 Oktober 2023, sebagai tanggapan terhadap Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 yang mengharuskan TikTok Shop untuk mendapatkan izin sebagai platform e-commerce di Indonesia.

Pemerintah tidak menghalangi TikTok untuk menjalankan bisnis jual beli di Indonesia. Namun, pemerintah ingin mengatur bagaimana transaksi tersebut dilakukan dengan membedakan peran TikTok sebagai platform media sosial dan TikTok sebagai platform e-commerce. Ini berarti jika TikTok masih berkeinginan untuk berbisnis dalam jual beli, TikTok harus membentuk entitas perusahaan baru dalam bentuk e-commerce.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang PHK Massal...
Gelombang PHK Massal di Indonesia Belum Usai, TikTok Shop Bakal Pecat 2.500 Karyawan
Progres Migrasi Tiktok...
Progres Migrasi Tiktok Shop ke Tokopedia Capai Lebih 87%
Jokowi Panggil Semua...
Jokowi Panggil Semua Menteri Bahas Program APBN Presiden Baru
Harga Beras Tembus Rp19...
Harga Beras Tembus Rp19 Ribu per Kg, Ganjar Dorong Pemerintah Gelar Operasi Pasar
Kampanye Ganjar-Mahfud...
Kampanye Ganjar-Mahfud Membawa Berkah, Bangkitkan Ekonomi UMKM
Faisal Basri: Ganjar-Mahfud...
Faisal Basri: Ganjar-Mahfud Menang Pilpres, Iklim Investasi Lebih Pasti
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Rekomendasi
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
5 Hal yang Harus Dihindari...
5 Hal yang Harus Dihindari Penderita Epilepsi agar Tidak Kambuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved