Nah Loh! McDonalds dan KFC Cs Waswas dengan Obat yang Tengah Ngetrend

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 10:28 WIB
loading...
A A A
Perusahaan seperti McDonald's dan KFC sudah menghadapi perlambatan lalu lintas karena inflasi yang tinggi melemahkan daya beli konsumen, meskipun Chipotle dan Starbucks masih bertahan karena basis pelanggan yang relatif lebih tajir.

Selain berhenti menaikkan harga, restoran-restoran juga menawarkan promosi tambahan untuk menarik pelanggan datang. Strategi itu dapat mengurangi margin yang mungkin dialami sebagian besar jaringan restoran pada kuartal Juli-September.

Beberapa perusahaan telah memberikan peringatan karena melonjaknya permintaan obat penurun berat badan. Walmart mengatakan awal bulan ini ada sedikit penurunan konsumsi makanan di antara pelanggan yang menjalani perawatan tersebut. Conagra Brands (resto lainnya) memilih strategi lain dengan mengubah ukuran porsi atau bahan.

Reaksi spontan investor terhadap komentar-komentar kondisi itu membuat S&P 500 Restaurants Index turun 1,3%. Meski kemudian telah mengembalikan kerugian itu.

Sejumlah analis mengatakan obat-obat penurun berat badan dapat menyebabkan konsumen sedikit mengemil dan memesan lebih sedikit makanan pembuka atau makanan penutup. Namun analis menegaskan terlalu dini untuk mengukur dampak obat ini pada penjualan restoran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Rekomendasi
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Berita Terkini
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved