Lawan China, G7 Serukan Pencabutan Segera Larangan Impor Makanan Jepang
Minggu, 29 Oktober 2023 - 20:45 WIB
loading...
G7 mendesak pencabutan larangan impor produk perikanan Jepang. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Kekuatan industri Kelompok Tujuh ( G7 ) pada hari Minggu menyerukan “pencabutan segera” pembatasan impor produk makanan Jepang . Seruan itu untuk melawan pembatasan yang dilakukan China setelah Jepang mulai membuang air limbah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.
Baca juga: Perbandingan Ekonomi Negara BRICS vs G7 vs G20, Siapa Paling Menguasai?
Para menteri perdagangan G7, dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan akhir pekan di Osaka, tidak menyebut China. Namun mereka juga mengecam tindakan yang mereka anggap sebagai peningkatan pemaksaan ekonomi melalui perdagangan.
“Kami menyesalkan tindakan yang mempersenjatai ketergantungan ekonomi dan berkomitmen untuk membangun hubungan ekonomi dan perdagangan yang bebas, adil, dan saling menguntungkan,” kata pernyataan setebal 10 halaman itu, dikutip dari Reuters, Minggu (29/10/2023).
China memberlakukan penangguhan menyeluruh terhadap impor ikan Jepang dua bulan lalu ketika Jepang mulai melepaskan air radioaktif yang telah diolah dari pabrik Fukushima yang rusak ke Pasifik. Meskipun Jepang dan AS menyebut pembatasan tersebut tidak adil, Rusia justru mengkuti jejak China pada awal bulan ini.
Baca juga: Perbandingan Ekonomi Negara BRICS vs G7 vs G20, Siapa Paling Menguasai?
Para menteri perdagangan G7, dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan akhir pekan di Osaka, tidak menyebut China. Namun mereka juga mengecam tindakan yang mereka anggap sebagai peningkatan pemaksaan ekonomi melalui perdagangan.
“Kami menyesalkan tindakan yang mempersenjatai ketergantungan ekonomi dan berkomitmen untuk membangun hubungan ekonomi dan perdagangan yang bebas, adil, dan saling menguntungkan,” kata pernyataan setebal 10 halaman itu, dikutip dari Reuters, Minggu (29/10/2023).
China memberlakukan penangguhan menyeluruh terhadap impor ikan Jepang dua bulan lalu ketika Jepang mulai melepaskan air radioaktif yang telah diolah dari pabrik Fukushima yang rusak ke Pasifik. Meskipun Jepang dan AS menyebut pembatasan tersebut tidak adil, Rusia justru mengkuti jejak China pada awal bulan ini.
Lihat Juga :