Jangan Pernah Putus Asa Kecuali Ingin Binasa

loading...
Jangan Pernah Putus Asa Kecuali Ingin Binasa
Dirut Bank Bukopin Rivan Achmad Putranto. Foto/Koran SINDO/Astra Bonardo
Bagi Rivan Achmad Putranto, prinsip hidup itu tidak punya masalah merupakan hal yang utama. Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Sosial Politik pada 1991 ini menganggap masalah merupakan perjalanan hidup yang harus dilalui.

Untuk memudahkan dirinya menjalankan prinsip tersebut, Rivan mengaku memegang teguh tiga filosofi Jawa. Pertama, harus bisa srawung atau menjaga relationship dengan bergaul. Kedua, harus bisa laden atau melayani baik kalangan atas ataupun bawah dan menjadi mitra semua pihak. Terakhir, ketiga, harus sembodo atau mau komitmen. Tidak perlu filosofi Barat yang canggih-canggih. (Baca: Chairul Tanjung Bagi Tips Jadi Pengusaha di UMI)

Rivan mengaku, meski diangkat menjadi direktur utama Bank Bukopin saat krisis ekonomi saat ini, namun dirinya mengaku punya moto hidup jangan menyerah kecuali ingin kalah. “Jangan putus asa kecuali ingin binasa,” katanya.

Banyaknya kata-kata mutiara dan filosofi hidup yang sangat menginspirasi dari Rivan ternyata banyak referensi yang dirinya ambil. Sebagian dari referensi bacaan, tetapi banyak juga belajar dari obrolan sesama teman. “Berbagai masukan itu harus diimplementasikan dikenyataan dan berikutnya saya refleksikan lagi. Selain itu, saya juga menikmati beragam media digital seperti YouTube dan Instagram,” tegas Rivan. (Baca juga: Dua Buronan Kakap Asal Indonesia Ditangkap di Amerika Serikat)

Meski punya banyak pengalaman hidup, namun dirinya mengaku tak pernah lupa mengevaluasi diri. Pasalnya, kadang ada ilmu yang tidak aplikatif di lapangan. Ini yang harus dievaluasi terus. “Bukan berarti semua yang kita ucapkan itu pasti benar seluruhnya,” tegasnya.

Bagaimana dengan pengalaman di PTKAI? Rivan mengaku meski hanya sebulanlebih menjabat posisi direktur keuangan dan IT, tetapi rasanya seperti setahun karena dirinya begitu menikmati. (Lihat videonya: Penutupan Gedung DPRD DKI Jakarta Diperpanjang)



“Saya paham soal keuangan, tapi soal IT itu hal baru. Di sana saya dorong transformasi IT di KAI untuk jadi ekosistem yang jadi fondasi warisan saya. Saya maksimalkan KAI Access dengan potensi penumpangnya setahun itu ratusan juta. Saya jadikan itu mandatori demi pengumpulan data. Tujuan besarnya adalah big data,” tegasnya. (Hafid Fuad/Rakhmat Baihaqi)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top