Kepala Bapanas Sebut Program Makan Siang Gratis Butuh Rp500 Triliun, Dari Mana Sumbernya?
Jum'at, 23 Februari 2024 - 11:08 WIB
loading...
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memproyeksikan, kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tembus Rp500 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memproyeksikan kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tembus Rp500 triliun. Angka tersebut bahkan jauh lebih besar dari estimasi pembiayaan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sekitar Rp466 triliun.
Baca Juga: Bukan Potong Subsidi BBM, Darimana Sumber Dana untuk Membiayai Makan Siang Gratis?
Aief merinci, kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tersebut terutama untuk pengadaan sarana dan prasarana penyimpanan bahan pangan , pengadaan bahan pangan, hingga pendistribusian. Mengingat, hingga saat ini produktivitas pertanian di Indonesia masih cukup terbatas, sehingga masih perlu pengadaan bahan pangan lebih untuk merealisasikan program makan siang gratis.
"Saya baru bertemu dengan tim beliau (Prabowo Subianto), sebenarnya kalau mau di eksekusi (program makan siang gratis) itu seperti apa, itu angkanya kurang lebih Rp500 triliun," ujar Arief saat ditemui dalam acara Nagara Institute dikutip, Jumat (23/2/2024).
Baca Juga: Soal Pangkas Subsidi BBM untuk Wujudkan Makan Siang Gratis, Tim Prabowo Ungkap Baru Saran
Lebih lanjut, Arief menjelaskan pengadaan yang paling utama untuk merealisasikan program tersebut adalah gudang penyimpanan bahan pangan terlebih dahulu. Karena dengan program tersebut, perlu memastikan ketersediaan bahan pangan cukup dan tidak menimbulkan dampak kelangkaan di pasar.
Belum lagi, dikatakan Arief, ketika berbicara untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, maka penyediaan benih, ketersedian pupuk, pembukaan lahan baru juga harus dilakukan. Hal itu agar menekan jumlah impor pangan ketika ada peningkatan kebutuhan di dalam negeri.
Baca Juga: Bukan Potong Subsidi BBM, Darimana Sumber Dana untuk Membiayai Makan Siang Gratis?
Aief merinci, kebutuhan biaya untuk merealisasikan program makan siang gratis tersebut terutama untuk pengadaan sarana dan prasarana penyimpanan bahan pangan , pengadaan bahan pangan, hingga pendistribusian. Mengingat, hingga saat ini produktivitas pertanian di Indonesia masih cukup terbatas, sehingga masih perlu pengadaan bahan pangan lebih untuk merealisasikan program makan siang gratis.
"Saya baru bertemu dengan tim beliau (Prabowo Subianto), sebenarnya kalau mau di eksekusi (program makan siang gratis) itu seperti apa, itu angkanya kurang lebih Rp500 triliun," ujar Arief saat ditemui dalam acara Nagara Institute dikutip, Jumat (23/2/2024).
Baca Juga: Soal Pangkas Subsidi BBM untuk Wujudkan Makan Siang Gratis, Tim Prabowo Ungkap Baru Saran
Lebih lanjut, Arief menjelaskan pengadaan yang paling utama untuk merealisasikan program tersebut adalah gudang penyimpanan bahan pangan terlebih dahulu. Karena dengan program tersebut, perlu memastikan ketersediaan bahan pangan cukup dan tidak menimbulkan dampak kelangkaan di pasar.
Belum lagi, dikatakan Arief, ketika berbicara untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, maka penyediaan benih, ketersedian pupuk, pembukaan lahan baru juga harus dilakukan. Hal itu agar menekan jumlah impor pangan ketika ada peningkatan kebutuhan di dalam negeri.
Lihat Juga :