Suntik Mati PLTU hingga Subsidi Motor Listrik, APBN Dikhawatirkan Jebol
Selasa, 14 November 2023 - 12:04 WIB
loading...
Program-program pemerintah terkait upaya mencapai target NZE 2060 diminta disesuaikan dengan kemampuan APBN. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Rencana pemerintah menyuntik mati pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) serta menyubsidi motor listrik demi mencapai target net zero emission (NZE) tahun 2060 dikritisi anggota DPR. Program-program tersebut dikhawatirkan bisa membuat APBN jebol.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Mulyanto meminta pemerintah mengukur lebih dahulu kemampuan anggaran. Menurut dia, pemerintah harus mengimplementasikan program-program tersebut secara bertahap agar tidak membahayakan keuangan negara.
Baca Juga: Anggota DPR Ini Sebut Subsidi Motor Listrik Rp10 Juta Pemborosan
Dia menegaskan, program yang memiliki dampak strategis seperti suntik mati PLTU dengan menggunakan dana APBN; subsidi pembelian kendaraan listrik baru; pemberian keringanan TKDN untuk impor komponen barang/mesin terkait pembangkit EBT; dan juga liberalisasi transmisi listrik PLN melalui skema power wheeling, harus dievaluasi sungguh-sungguh. Lantaran, kata dia, ujung-ujungnya bisa merugikan masyarakat dan kepentingan nasional.
"Jangan sampai kepentingan nasional dalam menyejahterakan rakyat, melalui penyediaan tarif listrik murah, termasuk kemandirian bangsa, malah yang dikorbankan dalam implementasi NZE ini," tegas Mulyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (14/11/2023).
Dia mengatakan, di Inggris saja implementasi NZE dilakukan dengan bertahap. Ketika kesulitan mendapatkan gas dari Rusia, lanjut dia, pemerintah Inggris juga tetap mendahulukan kepentingan nasional yaitu dengan menghidupkan kembali pembangkit listrik batu bara.
Baca Juga: Subsidi Motor Konversi Jadi Rp10 Juta, Begini Cara Mendapatkannya
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS Mulyanto meminta pemerintah mengukur lebih dahulu kemampuan anggaran. Menurut dia, pemerintah harus mengimplementasikan program-program tersebut secara bertahap agar tidak membahayakan keuangan negara.
Baca Juga: Anggota DPR Ini Sebut Subsidi Motor Listrik Rp10 Juta Pemborosan
Dia menegaskan, program yang memiliki dampak strategis seperti suntik mati PLTU dengan menggunakan dana APBN; subsidi pembelian kendaraan listrik baru; pemberian keringanan TKDN untuk impor komponen barang/mesin terkait pembangkit EBT; dan juga liberalisasi transmisi listrik PLN melalui skema power wheeling, harus dievaluasi sungguh-sungguh. Lantaran, kata dia, ujung-ujungnya bisa merugikan masyarakat dan kepentingan nasional.
"Jangan sampai kepentingan nasional dalam menyejahterakan rakyat, melalui penyediaan tarif listrik murah, termasuk kemandirian bangsa, malah yang dikorbankan dalam implementasi NZE ini," tegas Mulyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (14/11/2023).
Dia mengatakan, di Inggris saja implementasi NZE dilakukan dengan bertahap. Ketika kesulitan mendapatkan gas dari Rusia, lanjut dia, pemerintah Inggris juga tetap mendahulukan kepentingan nasional yaitu dengan menghidupkan kembali pembangkit listrik batu bara.
Baca Juga: Subsidi Motor Konversi Jadi Rp10 Juta, Begini Cara Mendapatkannya
Lihat Juga :