Ketika JHT Datang di Saat yang Tepat

Kamis, 23 November 2023 - 17:20 WIB
loading...
A A A
Berdasakan data yang ada hingga Juli 2023 jumlah pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai 37,40 juta tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut menunjukkan dari seluruh penduduk Indonesia yang bekerja, yang telah terlindungi dengan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan baru sebanyak 26,97 persen, dan 7,61 persennya diantaranya adalah pekerja sektor informal.

Masih rendahnya cakupan perserta BPJS ketenagakerjaan menurut Ida Fauziyah harus segera dicari jalan keluarnya. Bagaimana caranya agar semua pekerja bisa mendapat layanan jaminan sosial ketenagakerjaan. Data BPS per Februari 2023 menunjukkan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 138,63 juta orang. Dari jumlah tersebut 83,34 juta orang (60,12 persen) bekerja di sektor informal, sedangkan yang bekerja di sektor formal 55,29 juta orang (39,88 persen ).

Penggali Kubur Bisa Jadi Peserta

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan masih rendahnya jumlah peserta terjadi karena rendahnya tingkat literasi para pekerja, khususnya pekerja di sektor informal. Mereka belum memahami betapa pentingnya perlindungan jaminan sosial tenaga kerja “Kami terus mengedukasi agar mereka sadar bahwa pekerjaan mereka memiliki resiko dan negara menyiapkan perlindungannya, mereka tinggal mendaftar saja,” kata Anggoro.

Sejatinya berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkakan cakupan kepesertan BPJS Ketenagakerjaan Dari sisi layanan misalnya, beberapa tahun terakhir, BPJS Ketenagakerjaan telah mengembangkan sistem layanan digital yang makin mempermudah peserta, untuk mendapatkan layanan informasi, pendaftaran dan pembayaran iuran, hingga klaim manfaat.

Layanan digital ini juga memiliki fitur manfaat layanan tambahan seperti pinjaman perumahan, pinjaman online yang bekerja sama dengan bank digital, layanan tv berbayar. ‘Serta layanan-layanan lainnya yang dibutuhkan para pekerja yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun,” kata Asep Rahmat Suwandha. Selain itu, kini seluruh kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan hadir dengan konsep ruang layanan baru yang lebih nyaman dan hangat, serta ramah disabilitas.

Momentum 46 Tahun BPJS Ketengakerjaan memang harus dimanfaatkan untuk dapat mendongkrak jumlah peserta dari berbagai kalangan pekerja dan profesi. Faktanya inovasi dan kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan, koperasi, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga desa, mulai menampakan hasil.

Profesi atau pekerja yang sebelumnya tidak terbayangkan bisa menjadi peserta, kini sudah dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Misalnya saja pedagang dan pekerja pasar tradisional. Ada juga Petugas KPU di beberapa kabupaten yang telah mendapat jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan. Di beberapa daerah cakupan peserta juga sudah menjaring pekerja disabilitas, nelayan, petani, driver ojol dan juga perangkat desa.

Kerjasama dengan perbankan membuat penerima KUR kini dilindungi jaminan sosial keteangakerjaan. Kerjasama dengan berbagai pihak membuat BPJS Ketenagakerjaan dapat menjaring peserta dari profesi yang unik. Seperti penggali kubur, guru ngaji, guru honorer, pengurus RT/RW, atlet olah raga, rohaniawan dan pekerja agama termasuk pengurus masjid dan petugas haji, juru parkir, tukang bangunan, pedagang asongan, petugas kebersihan dan lain sebagainya. Harapannya melalui inovasi yang tak pernah berhenti ini akan membuat semakin banyak pekerja dari beragam profesi merasakan manfaat menjadi perserta BPJS Ketenagakerjaan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Iuran BPJS Kesehatan...
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif yang Berlaku Saat Ini
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Pemkot Depok Perkuat Kemandirian Keluarga Pekerja melalui PEKA
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Rekomendasi
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Pre-Book Coolray, SUV...
Pre-Book Coolray, SUV ICE Geely Pertama di Indonesia Resmi Dibuka
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Berita Terkini
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved