Tahun Depan Rupiah Masih Akan Melemah
Jum'at, 24 November 2023 - 07:37 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah tahun depan masih akan melemah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi masih akan melemah dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS) hingga tahun depan. Prediksi itu juga sudah memperhitungkan ekonomi China yang mungkin tumbuh, sehingga bisa memulihkan negara tetangga.
Baca juga: Demi Rupiah, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 6%
Pengamat pasar uang, Junito Ahmad Haryono, mengatakan likuiditas dan kebijakan moneter masih akan ketat di tahun depan. Namun ada secercah harapan perputaran uang yang besar, yaitu melalui pemilu.
"Pemilu 2024 mungkin kasarnya sekitar Rp150 triliun uang akan bergerak secara tunai. Ini ada di dalam sistem BI dan bergerak, diharapkan bisa mendorong konsumsi," kata pengamat yang kerap disapa Tomi ini dalam Media Gathering Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Padalarang, Kamis (23/11/2023).
Meski ada pemilu, menurut Tomi volatilitas akan menjadi tantangan perbankan. Sebab, sentimen negarif dari luar negeri masih terus menghantui.
"Inflasi di AS naik terus, dolarnya makin strong," ujarnya.
Beberapa mata uang dunia, termasuk rupiah, akan mencari keseimbangan baru di tengah tingginya greenback. Ancaman lain adalah ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Baca juga: Demi Rupiah, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 6%
Pengamat pasar uang, Junito Ahmad Haryono, mengatakan likuiditas dan kebijakan moneter masih akan ketat di tahun depan. Namun ada secercah harapan perputaran uang yang besar, yaitu melalui pemilu.
"Pemilu 2024 mungkin kasarnya sekitar Rp150 triliun uang akan bergerak secara tunai. Ini ada di dalam sistem BI dan bergerak, diharapkan bisa mendorong konsumsi," kata pengamat yang kerap disapa Tomi ini dalam Media Gathering Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Padalarang, Kamis (23/11/2023).
Meski ada pemilu, menurut Tomi volatilitas akan menjadi tantangan perbankan. Sebab, sentimen negarif dari luar negeri masih terus menghantui.
"Inflasi di AS naik terus, dolarnya makin strong," ujarnya.
Beberapa mata uang dunia, termasuk rupiah, akan mencari keseimbangan baru di tengah tingginya greenback. Ancaman lain adalah ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Lihat Juga :