Kicauan Triliunan
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
"Sebenarnya tidak ada pakem khusus untuk menghitung nilai perputaran ekonomi yang terdapat di hobi burung kicau. Sekarang bisa dilihat harga satu burung yang sudah gacor atau berkicau panjang nilainya bisa di atas Rp100 juta lebih, belum lagi harga kandang yang di atas Rp5 juta. Dari situ saja sudah bisa ditebak berapa sumber uang yang di dapat," ungkap pensiunan TNI itu. (Baca juga: Pemerintah Membolehkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning)
Investasi menjanjikan burung kicau bisa juga bisa berasal dari hadiah yang diperoleh dari kompetisi kicau. Prio menunjukkan hasilnya, juara pertama sudah pasti bisa membawa pulang sebuah mobil.
"Untuk bisa ikut kompetisi nasional, biaya pendaftarannya mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta. Ini untuk yang kelas brand kandang mahal seperti BNR. Namun, untuk yang level bawah harga pendaftarannya berkisar pada angka Rp300.000 sampai Rp500.000. Jadi kalau bisa menjadi juara saja sudah balik modal," katanya.
Sementara itu, Endang Budi Utami dari ?Perhimpunan Burung Indonesia (PBI) menjelaskan, dari sisi nilai ekonomi perlombaan burung berkicau bisa mencapai Rp3,3 triliun per tahun. Terlebih, tren burung kicau tidak pernah sepi, tiap tahunnya terus meningkat. (Lihat videonya: Melanggar Protokol Kesehatan, 31 Perkantoran Ditutup Sementara)
"Memelihara burung berkicau sebenarnya telah dilakukan masyarakat sejak lama dan jumlahnya terus berkembang. Hal ini bisa dilihat dari indikatornya, yaitu kegiatan lomba atau kontes berkicau makin banyak digelar di berbagai daerah," ujarnya.
Endang menyarankan, sebaiknya penangkaran burung-burung berkicau dapat diperbanyak sehingga dapat mempertahankan atau bahkan memperbanyak populasinya.(Aprilia S Andyna)
Investasi menjanjikan burung kicau bisa juga bisa berasal dari hadiah yang diperoleh dari kompetisi kicau. Prio menunjukkan hasilnya, juara pertama sudah pasti bisa membawa pulang sebuah mobil.
"Untuk bisa ikut kompetisi nasional, biaya pendaftarannya mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta. Ini untuk yang kelas brand kandang mahal seperti BNR. Namun, untuk yang level bawah harga pendaftarannya berkisar pada angka Rp300.000 sampai Rp500.000. Jadi kalau bisa menjadi juara saja sudah balik modal," katanya.
Sementara itu, Endang Budi Utami dari ?Perhimpunan Burung Indonesia (PBI) menjelaskan, dari sisi nilai ekonomi perlombaan burung berkicau bisa mencapai Rp3,3 triliun per tahun. Terlebih, tren burung kicau tidak pernah sepi, tiap tahunnya terus meningkat. (Lihat videonya: Melanggar Protokol Kesehatan, 31 Perkantoran Ditutup Sementara)
"Memelihara burung berkicau sebenarnya telah dilakukan masyarakat sejak lama dan jumlahnya terus berkembang. Hal ini bisa dilihat dari indikatornya, yaitu kegiatan lomba atau kontes berkicau makin banyak digelar di berbagai daerah," ujarnya.
Endang menyarankan, sebaiknya penangkaran burung-burung berkicau dapat diperbanyak sehingga dapat mempertahankan atau bahkan memperbanyak populasinya.(Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :