Memburu Burung Berprestasi untuk Mencetak Laba dari Anakan Berkualitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Baru-baru ini, Lovebird milik Putra berhasil menang kejuaraan latihan prestasi tingkat wilayah Depok untuk kategori fighter dewasa. Menurutnya, seekor burung memang mengejar pamor juga nama bagus jika sudah sering menang. Kalau sudah terkenal seperti itu pasti banyak orang yang akan mengejar untuk diternak. "Banyak yang rela menunggu trah dari burung yang menang itu," ungkapnya.
Namun tidak jarang juga yang hanya sekadar penasaran dengan settingan burung. Putra kerap diberodong pertanyaan bagaimana melatih Lovebird hingga mampu melakukan kekekan panjang.
Putra kerap berbagi tips treatment yang kerap dilakukannya kepada Lovebird miliknya. Misalnya, sering mandi di malam hari dengan air es. Saat menjelang pagi atau waktu subuh, Lovebird harus dikeluarkan untuk diberi udara segar dan dapat embun pagi.
Hobi ternyata bisa menjadi sumber rezeki apabila ditekuni. Toko Sangkar 33 menjadi bukti bahwa dari hobi mereka bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat sekitar.
Bila melewati Jalan Pemuda Rawamangun, Pulomas, Jakarta Timur, deretan toko kandang burung ramai terlihat di sana. Bagi para pencinta burung, toko tersebut bukan hanya menjadi ajang berbelanja, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan berbisnis. (Baca juga: Karomah Pusaka Sunan Kalijaga, Rompi Ontokusumo dan Keris Kiai Carubuk)
Salah satunya pemilik toko Sangkar 33, Bernard Samuel Hutabarat. Dia telah menggeluti usahanya selama 22 tahun dan telah berhasil mengembangkan bisnisnya. Tak tanggung-tanggung dalam satu tahun, pria yang akrab disapa Samuel ini mampu mengantongi omzet kotor hingga Rp100 juta.
Samuel memiliki ide menjadikan kandang burung sebagai bisnisnya karena kecintaannya memelihara burung sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) dan mulai ketagihan sampai akhirnya mendirikan toko sangkar burung saat dirinya berusia 18 tahun.
"Lokasi toko saya awalnya berada di Pulomas dan dulu belum fokus pada kandang burung karena saya jual burung juga. Tetapi karena saya lihat peluang bisnis kandang cukup menjanjikan dan lebih minim risiko, maka saya lebih memfokuskan ke usaha jual-beli kandang," ungkapnya saat dihubungi KORAN SINDO.
Saat ini Samuel telah memiliki 2 toko yang terletak di daerah Pulomas dan Depok, Jawa Barat. Berbagai macam merek kandang burung pun terdapat di toko yang didirikannya dengan modal awal Rp300 juta tersebut. Tidak hanya kandang dari label yang sudah terkenal, Samuel pun memproduksi kandang buatannya sendiri.
"Ada kandang dengan merek terkenal dan ada label Sangkar 33 yang memang saya produksi sendiri. Untuk bahan bakunya saya datangkan langsung dari daerah Jawa yang benar-benar memiliki kualitas kayu bagus. Seperti untuk kandang kotak, saya datangkan langsung dari Malang dan untuk kandang bulat saya datangkan langsung dari Garut," jelasnya. (Ananda Naraya/ Aprilia Sandyna)
Namun tidak jarang juga yang hanya sekadar penasaran dengan settingan burung. Putra kerap diberodong pertanyaan bagaimana melatih Lovebird hingga mampu melakukan kekekan panjang.
Putra kerap berbagi tips treatment yang kerap dilakukannya kepada Lovebird miliknya. Misalnya, sering mandi di malam hari dengan air es. Saat menjelang pagi atau waktu subuh, Lovebird harus dikeluarkan untuk diberi udara segar dan dapat embun pagi.
Hobi ternyata bisa menjadi sumber rezeki apabila ditekuni. Toko Sangkar 33 menjadi bukti bahwa dari hobi mereka bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat sekitar.
Bila melewati Jalan Pemuda Rawamangun, Pulomas, Jakarta Timur, deretan toko kandang burung ramai terlihat di sana. Bagi para pencinta burung, toko tersebut bukan hanya menjadi ajang berbelanja, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan berbisnis. (Baca juga: Karomah Pusaka Sunan Kalijaga, Rompi Ontokusumo dan Keris Kiai Carubuk)
Salah satunya pemilik toko Sangkar 33, Bernard Samuel Hutabarat. Dia telah menggeluti usahanya selama 22 tahun dan telah berhasil mengembangkan bisnisnya. Tak tanggung-tanggung dalam satu tahun, pria yang akrab disapa Samuel ini mampu mengantongi omzet kotor hingga Rp100 juta.
Samuel memiliki ide menjadikan kandang burung sebagai bisnisnya karena kecintaannya memelihara burung sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) dan mulai ketagihan sampai akhirnya mendirikan toko sangkar burung saat dirinya berusia 18 tahun.
"Lokasi toko saya awalnya berada di Pulomas dan dulu belum fokus pada kandang burung karena saya jual burung juga. Tetapi karena saya lihat peluang bisnis kandang cukup menjanjikan dan lebih minim risiko, maka saya lebih memfokuskan ke usaha jual-beli kandang," ungkapnya saat dihubungi KORAN SINDO.
Saat ini Samuel telah memiliki 2 toko yang terletak di daerah Pulomas dan Depok, Jawa Barat. Berbagai macam merek kandang burung pun terdapat di toko yang didirikannya dengan modal awal Rp300 juta tersebut. Tidak hanya kandang dari label yang sudah terkenal, Samuel pun memproduksi kandang buatannya sendiri.
"Ada kandang dengan merek terkenal dan ada label Sangkar 33 yang memang saya produksi sendiri. Untuk bahan bakunya saya datangkan langsung dari daerah Jawa yang benar-benar memiliki kualitas kayu bagus. Seperti untuk kandang kotak, saya datangkan langsung dari Malang dan untuk kandang bulat saya datangkan langsung dari Garut," jelasnya. (Ananda Naraya/ Aprilia Sandyna)
(ysw)
Lihat Juga :