Salurkan Kredit Ultra Mikro, Sri Mulyani Alokasikan Rp2,5 Triliun

Kamis, 04 Januari 2018 - 21:26 WIB
Salurkan Kredit Ultra...
Salurkan Kredit Ultra Mikro, Sri Mulyani Alokasikan Rp2,5 Triliun
A A A
MALANG - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan adanya kenaikan alokasi anggaran untuk kredit ultra mikro (UMI) yang ditujukan kepada pelaku usaha mikro kecil yang tidak memiliki cukup agunan untuk mengajukan kredit usaha rakyat (KUR). Keseriusan pemerintah dalam membangun usaha mandiri masyarakat, melalui kredit UMI ditegaskan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Program pembiayaan UMI sendiri dijalankan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementrian Keuangan. “PIP memiliki tugas sebagai koordinator dana, yang bertugas menghimpun dana dan menyalurkannya kepada usaha produktif milik masyarakat melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB),” ujar Sri Mulyani saat meninjau secara langsung pelaksanaan penyaluran kredit UMI di Pasar Besar Malang (PBM) Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (4/1/2018).

Kredit ultra mikro atau UMI merupakan program dana bergulir, untuk pengembangan usaha produktif dengan bunga yang sangat kecil. Bahkan, bunganya berada di bawah KUR yang mencapai 9% setiap tahunnya. Penyaluran UMI, salah satunya melalui koperasi yang sehat dan memenuhi standar pelayanan serta melalui Pegadaian.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut saat meninjau langsung kredit UMI, menyempatkan diri berkeliling di PBM, untuk berdialog langsung dengan para pedagang kecil penerima program UMi. Bahkan, dia juga sempat membeli es kepala muda milik nasabah penerima UMI.

Penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil ini, menurutnya merupakan bagian dari kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pembangunan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. Termasuk pembangunan infrastruktur, yang dianggarkan sebesar Rp400 triliun di tahun anggaran 2018.

Berbeda dengan KUR, yang nilai pinjaman permodalannya bisa mencapai di atas Rp50 juta. Program UMI, nilai maksimal pinjaman untuk modal usahanya maksimal Rp10 juta/orang. Total anggaran untuk UMI pada APBN tahun anggaran 2017 mencapai Rp1,5 triliun, sedangkan pada tahun anggaran 2018 mengalami kenaikan menjadi Rp2,5 triliun.

Dalam pelaksanaannya, rata-rata nilai pinjaman modal melalui UMI mencapai antara Rp3 juta-10 juta per orang. Masa pinjamannya bervariasi, antara 3 bulan-1 tahun. “Pertengahan tahun 2018, pastinya akan kita evaluasi pelaksanaannya. Apabila baik, maka anggarannya bisa ditambah lagi pada tahun anggaran 2019,” ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Guyur Rp5...
Sri Mulyani Guyur Rp5 Triliun untuk Jamin Kredit UMKM
Arahan Jokowi, Wamenkeu...
Arahan Jokowi, Wamenkeu Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM 30%
Kemenkeu dan Kemenparekraf...
Kemenkeu dan Kemenparekraf Kembangkan UMKM di Kawasan Borobudur
Subsidi Bunga Kredit...
Subsidi Bunga Kredit Sebesar 6% Diberikan Bagi UMKM
Sri Mulyani: Total Penundaan...
Sri Mulyani: Total Penundaan Kredit UMKM Capai Rp271 Triliun
Laporan Keuangan Pemerintah...
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2019 Kembali Peroleh Opini WTP
Berita Terkini
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
3 menit yang lalu
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
2 jam yang lalu
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
9 jam yang lalu
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
9 jam yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
10 jam yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
10 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved