Ikuti Jejak The Fed, BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga di Level 6%
Senin, 18 Desember 2023 - 16:50 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan menahan tingkat suku bunga di level saat ini yaitu 6%. Di sisi lain, banyak yang memperkirakan suku bunga juga bisa turun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan menahan tingkat suku bunga di level saat ini yaitu 6%. Di sisi lain, banyak yang memperkirakan suku bunga juga bisa turun.
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga Jadi Kado Natal Tutup Tahun 2023
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani mengatakan, memang The Fed mengumumkan untuk menahan suku bunga di level yang sama 5-5,25%, namun Jerome Powell selaku Gubernur The Fed telah menyampaikan bahwa penurunan suku bunga akan dilakukan pada 2024.
"Pada pekan ini Bank Indonesia akan melakukan RDG terkait keputusan tingkat suku bunga. Diperkirakan BI masih akan menahan tingkat suku bunga di level saat ini (6%) menyusul keputusan serupa yang dilakukan oleh The Fed di pekan lalu," kata Dimas di Jakarta, Senin (18/12/2023).
Baca Juga: BI Diproyeksi Pangkas Suku Bunga 50 Bps Imbas The Fed Tak Lagi Agresif
Adapun sebelumnya pengumuman suku bunga AS pada Kamis (15/12) lalu waktu setempat, sempat menjadi sentimen positif untuk Indonesia khususnya segmen makro dan indeks saham.
Terkait neraca dagang Indonesia, pada Jumat lalu dirilis data ekonomi dari dalam negeri, dimana neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus untuk ke-43 kali berturut-turut.
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga Jadi Kado Natal Tutup Tahun 2023
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani mengatakan, memang The Fed mengumumkan untuk menahan suku bunga di level yang sama 5-5,25%, namun Jerome Powell selaku Gubernur The Fed telah menyampaikan bahwa penurunan suku bunga akan dilakukan pada 2024.
"Pada pekan ini Bank Indonesia akan melakukan RDG terkait keputusan tingkat suku bunga. Diperkirakan BI masih akan menahan tingkat suku bunga di level saat ini (6%) menyusul keputusan serupa yang dilakukan oleh The Fed di pekan lalu," kata Dimas di Jakarta, Senin (18/12/2023).
Baca Juga: BI Diproyeksi Pangkas Suku Bunga 50 Bps Imbas The Fed Tak Lagi Agresif
Adapun sebelumnya pengumuman suku bunga AS pada Kamis (15/12) lalu waktu setempat, sempat menjadi sentimen positif untuk Indonesia khususnya segmen makro dan indeks saham.
Terkait neraca dagang Indonesia, pada Jumat lalu dirilis data ekonomi dari dalam negeri, dimana neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus untuk ke-43 kali berturut-turut.
Lihat Juga :