Ekonom Ini Sebut Indonesia Berpeluang Tidak Resesi karena Telah Mencuri, Ehm?

Senin, 10 Agustus 2020 - 15:35 WIB
loading...
Ekonom Ini Sebut Indonesia...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat minus 5,32% dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan adanya penurunan ini, Indonesia terancam masuk ke jurang resesi.

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Fajar B. Hirawan, mengatakan jika dilihat secara makro ekonomi, Indonesia berpeluang tidak mengalami resesi. Pasalnya, Indonesia telah mencuri start pemulihan ekonomi di tengah pandemi pada Juni 2020.

"Kalau kuartal III kan mulai Juli-September. Jadi menurut saya dengan ekonomi yang sudah mulai berjalan (resesi bisa dicegah). Itu bisa dilihat dari beberapa indeks, khususnya indeks PMI yang sudah mengalami rebound cukup tinggi di level 40 di bulan Juli. Kemudian indeks harga konsumen juga sudah mulai meningkat dari bulan Juli kemarin," ujar Fajar dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (10/8/2020).

Dia pun optimistis dengan pemulihan ekonomi yang telah berjalan ini akan menghindarkan Indonesia dari resesi, dan otomatis pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan positif. ( Baca juga:Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Said Didu: Turunkan BBM, Listrik dan BPJS )

"Kalau kita dihadapkan sama resesi atau tidak, saya masih optimistis bahwa ekonomi kita masih bisa tumbuh positif di kuartal III. Minimal 0,3 sampai 0,1% menurut saya," kata dia.

Fajar menyebut, dana stimulus program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disiapkan pemerintah mencapai Rp695,2 triliun juga harus dipercepat penyerapannya. Menurutnya, dana stimulus itu bisa digunakan secara tepat dan cepat, sebab saat ini pemerintah tidak bisa hanya fokus kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah sebanyak 40%.

"Karena apa? Banyak sekali masyarakat yang mungkin dulunya berpendapatan menengah sekarang sudah masuk ke golongan masyarakat miskin," ucapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
Risiko Resesi Amerika...
Risiko Resesi Amerika Semakin Besar, Begini Isi Ramalan Goldman Sachs
Resesi Mengancam Ekonomi...
Resesi Mengancam Ekonomi Terbesar Uni Eropa Diwarnai Runtuhnya Pesanan Industri
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Presiden Prabowo Siapkan...
Presiden Prabowo Siapkan Kebijakan Strategis untuk Dorong Ekonomi Nasional
Mahfud MD Ungkap Tegaknya...
Mahfud MD Ungkap Tegaknya Hukum dapat Membuat Perekonomian Tumbuh
Investasi di Jabar Tembus...
Investasi di Jabar Tembus Rp103 Triliun, Ridwan Kamil: Buah Pemikiran KPED
Rekomendasi
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved