Raksasa Pelayaran Asal Jerman Sebut Rute Laut Merah Masih Berbahaya

Jum'at, 29 Desember 2023 - 07:15 WIB
loading...
Raksasa Pelayaran Asal...
Salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia, Hapag-Lloyd mengaku, tidak akan melanjutkan penggunaan Terusan Suez, meskipun ada operasi militer internasional untuk menjaga daerah itu tetap aman. Foto/Dok Forbes
A A A
HAMBURG - Salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia, Hapag-Lloyd mengaku, tidak akan melanjutkan penggunaan Terusan Suez , meskipun ada operasi militer internasional untuk menjaga daerah itu tetap aman. Seperti diketahui milisi Houthi Yaman yang mendukung Hamas dalam perang Israel di Gaza telah menargetkan kapal komersil yang mereka yakini menuju Israel di sekitar laut merah .

Baca Juga: Investor Amati Perkembangan Laut Merah, Harga Minyak Drop Nyaris 2%

Akibat dari serangan laut merah, beberapa perusahaan pelayaran memutuskan berhenti menggunakan rute tersebut. Sementara itu pada hari Selasa, kemarin perusahaan asal Denmark, Maersk mengatakan, bakal melanjutkan operasi Laut Merah.

Akan tetapi Hapag-Lloyd Jerman beranggapan perjalanan melalui salah satu rute perdagangan paling populer di dunia itu yakni Laut Merah dinilainya masih "terlalu berbahaya". Hal itu membuat Hapag-Lloyd bakal terus mengubah rute kapal-kapalnya melalui Cape of Good Hope (Tanjung Harapan) di sekitar Afrika.

Baca Juga: Gawat! Serangan Houthi ke Kapal Kontainer di Laut Merah Tak Berhenti Sampai Konflik Gaza Usai

Hapag-Lloyd Jerman, merupakan perusahaan pelayaran terbesar kelima di dunia berdasarkan kapasitas. Seorang juru bicara perusahaan menambahkan, bahwa mereka akan meninjau keputusannya pada hari Jumat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Eskalasi Timur Tengah...
Eskalasi Timur Tengah Ancam Rantai Pasok Energi dan Investasi Global
UNIFAM Targetkan Akselerasi...
UNIFAM Targetkan Akselerasi Bisnis Melalui Penguatan Rantai Pasok dan Inovasi Produk
Lampaui Target, Investasi...
Lampaui Target, Investasi Riil Rp69 Triliun Mengalir ke Batam
PLN EPI Perkuat Rantai...
PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Batu Bara dan Logistik
China Bakal Bangun Terusan...
China Bakal Bangun Terusan Suez versi Darat: Menghubungkan Eropa dan Asia
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Lebih Banyak Kapal Melintasi...
Lebih Banyak Kapal Melintasi Terusan Panama Akibat Perang Iran
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved