10 Alasan Ekonomi Rusia Tumbuh Tinggi Atasi Sanksi Barat

Sabtu, 30 Desember 2023 - 07:30 WIB
loading...
A A A
Pada saat yang sama, perdagangan Rusia dengan negara-negara yang "tidak bersahabat" yang mendukung sanksi telah menurun tiga kali lipat sejak tahun 2021, dan berada di jalur penurunan lebih lanjut. Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga Rusia menyetujui perubahan arah ke arah timur, sementara para ahli menyebutnya sebagai proses yang tidak dapat diubah.

Baca Juga: Rusia: Barat Hanya Memprovokasi Krisis di Seluruh Dunia

8. De-dolarisasi dan perdagangan mata uang nasional
Tren global yang menggunakan mata uang nasional dalam perdagangan dibandingkan dolar AS mulai mendapatkan momentumnya tahun ini, setelah sanksi terkait Ukraina membuat Rusia terputus dari sistem keuangan Barat dan membekukan cadangan devisanya. Moskow telah mengurangi ketergantungannya pada dolar dan euro dalam perdagangan luar negeri, dan mulai menggunakan mata uang nasionalnya, rubel, dengan lebih aktif. Yuan China dan rupee India juga menjadi pemain utama dalam perdagangan eksternal Rusia, karena pembatasan di Barat telah meningkatkan penggunaannya dengan mengorbankan dolar AS dan euro. Meningkatnya penggunaan mata uang nasional oleh negara-negara BRICS kemungkinan akan mempercepat de-dolarisasi.

9. Berkurangnya peran negara-negara Barat dan bangkitnya negara-negara Selatan
Proses global redistribusi kekuasaan sudah berlangsung, kata para ahli, seraya mencatat bahwa Asia, Afrika, dan Amerika Selatan kini menjadi penyeimbang yang penting terhadap menurunnya dominasi Barat. Rusia terus mengembangkan hubungan dengan negara-negara di Timur dan Selatan dalam beberapa tahun terakhir, dan prosesnya semakin cepat karena sanksi Barat terhadap Moskow.

10. Anggaran "Kemenangan" untuk tahun 2024-2026
Pemerintah Rusia mengatakan fokus utamanya selama tiga tahun ke depan adalah mendanai militernya guna membantu mencapai kemenangan dalam konflik Ukraina. Meskipun demikian, pihak berwenang tidak berencana untuk mengingkari komitmen kebijakan sosial mereka. Menurut Kementerian Keuangan, sekitar 10-11% anggaran akan dialokasikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Moskow berencana mengalokasikan sekitar $86 miliar untuk belanja kesejahteraan pada tahun 2024, dan angka tersebut diproyeksikan akan tetap pada tingkat yang sama selama dua tahun berikutnya. Pemerintah menyatakan tujuannya adalah untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada masyarakat, dan melancarkan roda perekonomian.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Rekomendasi
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Dasco Sebut RUU Perampasan...
Dasco Sebut RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan Tetap Dibahas pada Masa Reses
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved