Harga Minyak Dunia Terpangkas Turun 10% di 2023
Sabtu, 30 Desember 2023 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Para analis juga mempertanyakan apakah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, atau OPEC+, akan mampu berkomitmen terhadap pengurangan pasokan yang mereka janjikan untuk menopang harga. OPEC+ saat ini memangkas produksi sekitar 6 juta barel per hari, mewakili sekitar 6% pasokan global.
Baca Juga: Spanyol Ogah Gabung Koalisi Uni Eropa untuk Lawan Houthi di Laut Merah
OPEC menghadapi melemahnya permintaan minyak mentahnya pada paruh pertama tahun 2024 ketika pangsa pasar globalnya turun ke level terendah sejak pandemi penurunan produksi dan keluarnya Angola dari kelompok tersebut.
Sementara itu, perang di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan dalam beberapa bulan terakhir tahun 2023 yang diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2024. "Kita akan melihat volatilitas yang terus berlanjut menjelang tahun 2024 seiring dengan peristiwa geopolitik dan ketakutan bahwa konflik dapat menyebar ke seluruh kawasan," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.
Bulan ini, serangan yang dilakukan kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal pengapalan yang transit di rute Laut Merah memaksa perusahaan-perusahaan besar mengubah rute pengiriman mereka. Meskipun perusahaan-perusahaan tertentu bersiap untuk melanjutkan pergerakan melalui Terusan Suez, beberapa kapal tanker minyak mentah dan produk olahan masih memilih rute yang lebih panjang mengelilingi Afrika untuk menghindari potensi konflik di wilayah tersebut.
Baca Juga: Spanyol Ogah Gabung Koalisi Uni Eropa untuk Lawan Houthi di Laut Merah
OPEC menghadapi melemahnya permintaan minyak mentahnya pada paruh pertama tahun 2024 ketika pangsa pasar globalnya turun ke level terendah sejak pandemi penurunan produksi dan keluarnya Angola dari kelompok tersebut.
Sementara itu, perang di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan dalam beberapa bulan terakhir tahun 2023 yang diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2024. "Kita akan melihat volatilitas yang terus berlanjut menjelang tahun 2024 seiring dengan peristiwa geopolitik dan ketakutan bahwa konflik dapat menyebar ke seluruh kawasan," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.
Bulan ini, serangan yang dilakukan kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal pengapalan yang transit di rute Laut Merah memaksa perusahaan-perusahaan besar mengubah rute pengiriman mereka. Meskipun perusahaan-perusahaan tertentu bersiap untuk melanjutkan pergerakan melalui Terusan Suez, beberapa kapal tanker minyak mentah dan produk olahan masih memilih rute yang lebih panjang mengelilingi Afrika untuk menghindari potensi konflik di wilayah tersebut.
(fjo)
Lihat Juga :