Ramalan Bank Dunia Ungkap Ekonomi Global Masih Suram di 2024

Rabu, 10 Januari 2024 - 09:18 WIB
loading...
A A A
Bank Dunia memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB global akan turun menjadi 2,4% di 2024, angka tersebut lebih rendah dari 2,6% pada tahun lalu. Hal itu akan menandai perlambatan pertumbuhan dalam tiga tahun secara beruntun dan berarti ekspansi ekonomi tetap jauh di bawah rata-rata 3,1%.

Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill mengatakan, terlepas dari tahun pertama pandemi, 2024 dibayangi tingkat pertumbuhan paling lambat sejak krisis keuangan. Sebagian besar hambatan datang dari negara-negara termiskin di dunia, di mana pertumbuhannya kehilangan tenaga.

"Ekonomi global pasca-Covid sangat tidak merata, dalam arti lebih baik bagi negara-negara kaya," ucap Gill, Rabu (10/1/2024).

Akibatnya, banyak orang di negara-negara termiskin masih akan lebih buruk pada akhir 2024 daripada pada awal pandemi, tambahnya. Sementara itu, investasi diproyeksi tumbuh pada setengah laju dua dekade sebelumnya - menunjukkan pertumbuhan akan terus tertekan.

Bank Dunia memperkirakan bahwa inflasi secara global akan turun menjadi 3,7% pada 2024, lebih rendah dari 5,3% tahun lalu. Namun, ia memperingatkan bahwa kenaikan upah akan menjaga inflasi di atas target 2% yang dipakai oleh sebagian besar bank investasi besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Rekomendasi
Spanyol vs Argentina:...
Spanyol vs Argentina: Skor 0-0, Final Piala Dunia Berlanjut ke Extra Time
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
VISION+ Perkenalkan...
VISION+ Perkenalkan First Look My Chef in Crime, Sintya Marisca Siap Beraksi
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved