Badan Geologi Ungkap Keberadaan 47 Mineral Kritis Berharga di Indonesia
Sabtu, 20 Januari 2024 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Untuk diketahui, boron adalah komponen penting dari hydrogen fuel cells yang merupakan energi alternatif untuk kendaraan listrik. Boron juga bahan baku dari neodymium-iron-boron (NdFeB) magnet, dan bahan baku untuk Pyrex.
Seiring berkembangnya industri kendaraan listrik serta industri energi baru terbarukan (EBT), permintaan boron global naik hingga 30% di tahun 2022. Harga mineral kritis tersebut diyakini akan terus naik seiring dengan meningkatnya permintaan kendaraan listrik dan industri EBT di masa mendatang.
Selain mineral kritis dan strategis, lanjut Wahid, di tahun 2023 Badan Geologi melakukan survei hidrogen alami di Indonesia yaitu di Pulau Sulawesi bagian timur. Dari hasil survei, kata dia, ditemukan rembesan gas hidrogen dengan kandungan 20-35% di daerah Tanjung Api dan 9% di daerah Bahodopi. "Ditemukan juga gas metana abiogenik dan nitrogen dengan konsentrasi signifikan," imbuhnya.
Wafid melanjutkan, meski belum dapat ditentukan keekonomisannya, namun hasil survei itu membuktikan bahwa sistem hidrogen alami ada di Indonesia. "Untuk itu, diperlukan studi lebih rinci untuk mengetahui model generation, migration, dan trapping mechanism-nya," tandasnya.
Seiring berkembangnya industri kendaraan listrik serta industri energi baru terbarukan (EBT), permintaan boron global naik hingga 30% di tahun 2022. Harga mineral kritis tersebut diyakini akan terus naik seiring dengan meningkatnya permintaan kendaraan listrik dan industri EBT di masa mendatang.
Selain mineral kritis dan strategis, lanjut Wahid, di tahun 2023 Badan Geologi melakukan survei hidrogen alami di Indonesia yaitu di Pulau Sulawesi bagian timur. Dari hasil survei, kata dia, ditemukan rembesan gas hidrogen dengan kandungan 20-35% di daerah Tanjung Api dan 9% di daerah Bahodopi. "Ditemukan juga gas metana abiogenik dan nitrogen dengan konsentrasi signifikan," imbuhnya.
Wafid melanjutkan, meski belum dapat ditentukan keekonomisannya, namun hasil survei itu membuktikan bahwa sistem hidrogen alami ada di Indonesia. "Untuk itu, diperlukan studi lebih rinci untuk mengetahui model generation, migration, dan trapping mechanism-nya," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :