alexametrics

Sri Mulyani Pantau Kondisi Keuangan BUMN Karya dan Sektor Energi

loading...
Sri Mulyani Pantau Kondisi Keuangan BUMN Karya dan Sektor Energi
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri BUMN Rini Soemarno terus memantau dan menjaga kondisi kesehatan keuangan perusahaan pelat merah. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terus memantau dan menjaga kondisi kesehatan keuangan perusahaan pelat merah. Khususnya, perusahaan negara yang mendapatkan banyak penugasan dari pemerintah seperti BUMN di sektor energi dan BUMN karya.

"Pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi BUMN seperti Pertamina dan PLN yang mendapatkan penugasan penyediaan energi, pembangunan kilang, pembangkit listrik dan penyaluran energi bersubsidi agar disatu sisi tetap bisa jalankan penugasan pemerintah. Namun di sisi lain tetap memiliki neraca keuangan dan tata kelola yang makin baik dan sehat,"

Sambung dia menerangkan, pemerintah juga akan memperhatikan kondisi keuangan BUMN karya yang banyak tugas pembangunan infrastruktur. Ini salah satu yang terus dilakukan melalui pemantauan neraca BUMN dan menjaga agar tidak mendapatkan masalah baik dari sisi cashflow atau profitabiltas.



Sri Mulyani mengatakan, kesehatan keuangan dan tata kelola dari perusahaan-perusahaan tersebut harus dijaga, baik dari sisi manajemen maupun transparansinya. Hal ini agar perusahaan-perusahaan milik negara tersebut dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai penggerak ekonomi di Tanah Air, apalagi di tengah gejolak perekonomian global yang terjadi saat ini.

"Dengan demikian BUMN akan jadi sumber konfiden dan bukan spekulasi. BUMN terus menjalankan peran sebagai penggerak ekonomi dan kadang mendapat penugasan dari pemerintah untuk berbagai kebijakna. Karena tugas yang penting ini, maka corporate governance akan terus diperkuat dengan menekankan prinsip kehati-hatian," imbuh dia.

Dalam menjalankan misi pembangunan, sambung mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, BUMN diminta untuk mengoptimalkan pembiayaan dari ekuitas. Dengan begitu, kondisi utangnya tetap dalam batas yang aman dan tidak menimbulkan persepsi negatif.

"BUMN akan menggunakan alternatif financing, seperti sekuratisasi, issuing komodo bond dan melakukan kerja sama dengan investor strategis dalam meningkatkan sinergi antara BUMN atau dengan swasta," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak