Mau Kasih Masukan Soal Dampak Pandemi ke Bisnis Logistik, ALFI Gelar Survei

Rabu, 12 Agustus 2020 - 15:55 WIB
loading...
Mau Kasih Masukan Soal...
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menggelar survei dampak pandemi Covid-19 terhadap bisnis logistik untuk masukan bagi pemerintah dan instansi terkait. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menggelar survei dampak Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini terhadap usaha logistik di Indonesia. Survei tersebut ditargetkan melibatkan seluruh perusahaan forwarder dan logistik anggota ALFI di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, tujuan dilakukannya survei itu adalah untuk mendata lebih detail dampak pandemi saat ini sebagai bahan analisis yang akan disampaikan kepada Pemerintah dan instansi terkait dalam penyiapan kebijakan yang lebih komprehensif di sektor logistik sekarang maupun pascapandemi.

Selain itu, kegiatan survei tersebut juga dapat dijadikan bahan rujukan internal anggota dan asosiasi mengenai sejauh mana dampak Pandemi Covid-19 itu, seberapa banyak perusahaan yang kemungkinan berhenti operasional atau berapa banyak perusahaan yang justru mengalami pertumbuhan.

(Baca Juga: Bertahan Saat Pandemi, Pengusaha Logistik Putar Otak Beralih Bisnis)

"Hasil survei tersebut akan kami rekapitulasi terlebih dahulu sebelum kami sampaikan sebagai masukan kepada Pemerintah. Survei ini telah kami lakukan sejak awal bulan Agustus ini dan rencananya berlangsung selama satu bulan. Kami berharap dan mengimbau perusahaan anggota ALFI turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan survei tersebut," papar Yukki di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Dia mengungkapkan, saat ini ALFI beranggotakan sebanyak 3.412 perusahaan yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah itu, terdapat 291 merupakan PMA (joint venture) dan selebihnya adalah perusahaan nasional.

Yukki yang menjabat Chairman Asean Federation of Forwarders Associations (AFFA) itu menambahkan, kegiatan logistik sudah dipastikan akan berkontraksi paling dalam secara persentase akibat Pandemi Covid-19, lantaran aktivitas logistik berkaitan erat dengan hampir semua kegiatan ekonomi.

Kendati begitu, imbuhnya, kegiatan logistik tetap harus jalan, namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. "Kami bisa lihat di bidang pariwisata saja logistik yang mendukung kegiatan ini bisa dilihat sangat tajam penurunannya, bahkan kedua terbesar setelah bidang transportasi dan pergudangan," ujarnya.

Dia mengatakan, sektor transportasi menjadi penekan laju pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020, dimana kegiatan transportasi berkontraksi karena menjadi akumulasi dari penurunan seluruh sektor yang menurun.

Di sisi lain, moda transportasi angkutan udara yang terbesar diikuti kereta api, angkutan laut, dan darat. Khusus angkutan darat secara persentase mengalami penurunan 35%.

(Baca Juga: Mesin Industri Logistik Mati 90%, Panasinnya Lama Jika PSBB Lagi)

Yukki menegaskan bahwa kesehatan memang yang terpenting, tetapi menjaga perekonomian masih tetap berjalan juga penting. Pasalnya, tidak ada jalan lain bahwa pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi.

Di sisi lain, kata dia, daya beli masyarakat menjadi kunci yang harus dijaga pertumbuhannya. Dengan begitu, efek domino akan terjadi dan seluruh sektor lapangan usaha kembali meningkat. "Selain itu kemudahan dalam berinvestasi bagi pengusaha nasional perlu dikedepankan," tegas Yukki.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelarangan Truk Sumbu...
Pelarangan Truk Sumbu 3 Saat Lebaran Terlalu Lama, Asosiasi Logistik dan Forwarder Teriak
Satu Dekade, Lionel...
Satu Dekade, Lionel Group Komit Beri Pelayanan Terbaik ke Pelanggan dan Mitra Bisnis
Asosiasi Logistik Pede...
Asosiasi Logistik Pede BPI Danantara Jadi Alternatif Pembiayaan Infrastruktur
Tol Serang-Panimbang...
Tol Serang-Panimbang Komitmen Pangkas Biaya Logistik RI
Bisnis Pergudangan Makin...
Bisnis Pergudangan Makin Gurih, Sumbang hingga Rp345 Triliun
Bisnis Logistik Bakal...
Bisnis Logistik Bakal Tumbuh, NCS Fokus Inovasi untuk Ekspansi Bisnis
Gandeng NVIDIA, Shipper...
Gandeng NVIDIA, Shipper Ciptakan Solusi AI Terbaru untuk Inovasi Logistik
Kolaborasi, Dua Perusahaan...
Kolaborasi, Dua Perusahaan Logistik Klaim Kuasai Indonesia
Peran Krusial Sektor...
Peran Krusial Sektor Logistik dalam Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 8% di Era Prabowo
Rekomendasi
Buntut Tarif Impor Baru,...
Buntut Tarif Impor Baru, Elon Musk dan Mark Zuckerberg Cs Rugi Rp3,48 Kuadriliun dalam Sehari
Jalur Gentong Tasikmalaya...
Jalur Gentong Tasikmalaya Arah Bandung Macet, Antrean Kendaraan Capai 10 Kilometer
Raja Charles III Diminta...
Raja Charles III Diminta Turun Takhta dan Menyerahkan Mahkota ke Pangeran William
Berita Terkini
Sebut Batas Umur Jadi...
Sebut Batas Umur Jadi Penghambat Pencari Kerja, Wamenaker Minta Dihapus!
8 jam yang lalu
Atur Waktu Balik Jakarta,...
Atur Waktu Balik Jakarta, Diskon 20% Tarif Tol Kalikangkung-Cikampek Sampai 10 April 2025
8 jam yang lalu
PLN IP Berhasil Penuhi...
PLN IP Berhasil Penuhi Kebutuhan Listrik Malam Takbir dan Idulfitri
9 jam yang lalu
Perkuat Branding lewat...
Perkuat Branding lewat Kemasan, Custoom.in Bantu UMKM Naik Kelas
10 jam yang lalu
Industri Tekstil: Harus...
Industri Tekstil: Harus Pintar-pintar Menyikapi Tarif Impor AS
11 jam yang lalu
Wajib Tahu, Ini Cara...
Wajib Tahu, Ini Cara Hitung dan Bayar Pajak Kendaraan di Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
Survei Terbaru, Dunia...
Survei Terbaru, Dunia Lebih Simpati ke Palestina daripada Israel
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved