Terlilit Utang Lebih Rp47.000 Triliun, Alasan Evergrande Harus Dibubarkan

Jum'at, 02 Februari 2024 - 09:05 WIB
loading...
A A A
Keputusan tersebut kemungkinan akan mengirimkan riak lebih lanjut melalui pasar keuangan China pada saat pihak berwenang mencoba untuk mengekang aksi jual pasar saham. Saham Evergrande turun lebih dari 20% di Hong Kong setelah pengumuman tersebut, sebelum perdagangan dihentikan.

Likuidator akan melihat posisi keuangan Evergrande secara keseluruhan dan mengidentifikasi strategi restrukturisasi yang potensial. Hal ini dapat mencakup penyitaan dan penjualan aset-aset, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk membayar hutang yang belum dilunasi.

Baca Juga: AS Kerahkan 3 Kapal Induk ke Asia, Hadapi China dan Korut

Namun, Beijing mungkin enggan untuk menghentikan pembangunan properti di China, di mana banyak calon pemilik rumah yang menunggu apartemen yang telah mereka bayar. Evergrande telah menjadi simbol perjalanan rollercoaster dari booming dan bust-nya properti di China, meminjam banyak uang untuk membiayai pembangunan hutan blok menara yang bertujuan untuk menampung jutaan migran yang berpindah dari daerah pedesaan ke kota.

Perusahaan ini mengalami masalah dan gagal membayar utangnya pada Desember 2021. Bos Evergrande, Hui Ka Yan, menjadi berita utama karena gaya hidupnya yang mewah, sebelum diumumkan tahun lalu bahwa ia sedang diselidiki atas dugaan kejahatan. Pembeli properti di China memiliki pilihan terbatas untuk menuntut kompensasi, tetapi banyak yang menggunakan media sosial untuk mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap pengembang seperti Evergrande.

Para investor besar telah beralih ke pengadilan, termasuk di Hong Kong, tempat saham Evergrande terdaftar. Kasus yang menghasilkan keputusan hari Senin ini diajukan pada bulan Juni 2022 oleh Top Shine Global yang berbasis di Hong Kong, yang mengatakan bahwa Evergrande tidak memenuhi kesepakatan untuk membeli kembali saham.

Direktur eksekutif Evergrande, Shawn Siu, menggambarkan keputusan untuk menunjuk likuidator sebagai hal yang "disesalkan", tetapi mengatakan kepada media China bahwa perusahaan akan memastikan proyek-proyek pembangunan rumah akan tetap dilaksanakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
5 Artis Indonesia yang...
5 Artis Indonesia yang Bermasalah Soal Hak Asuh Anak usai Bercerai
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved