Terlilit Utang Lebih Rp47.000 Triliun, Alasan Evergrande Harus Dibubarkan

Jum'at, 02 Februari 2024 - 09:05 WIB
loading...
A A A
Proses pemulihan kemungkinan akan memakan waktu lama dan konstruksi diperkirakan akan terus berlanjut. Sebagian besar aset Evergrande 90% menurut keputusan Hakim Chan berada di daratan Cina dan terlepas dari slogan satu negara, dua sistem, ada masalah yurisdiksi yang pelik.

Menjelang putusan hari Senin, Mahkamah Agung China dan Departemen Kehakiman Hong Kong menandatangani perjanjian untuk saling mengakui dan menegakkan putusan perdata dan komersial antara China daratan dan Hong Kong. Namun para ahli masih belum yakin apakah kesepakatan itu akan berdampak pada perintah likuidasi Evergrande.

Derek Lai, pemimpin kepailitan global di perusahaan jasa profesional Deloitte mengatakan bahwa likuidator harus mengikuti hukum di daratan China, yang dapat menyulitkan untuk mengambil kendali penuh atas operasi Evergrande di sana. Beijing mungkin ingin melihat proyek-proyek pembangunan di daratan utama diselesaikan untuk memenuhi harapan para pembeli dan investor China. Kreditur asing tidak mungkin mendapatkan uang mereka sebelum kreditor daratan.

Namun, meskipun perintah Hakim Chan tidak dilaksanakan di China, keputusan tersebut mengirimkan pesan yang kuat dan memberikan petunjuk tentang apa yang mungkin dihadapi oleh para pengembang dan kreditur lainnya. Dia tidak hanya memimpin kasus Evergrande, tetapi juga pengembang lain yang gagal bayar seperti Sunac China, Jiayuan dan Kaisa.

Mei lalu, ia juga memerintahkan likuidasi Jiayuan setelah para pengacaranya gagal menjelaskan mengapa mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk memperbaiki proposal restrukturisasi utang mereka
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Rekomendasi
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved