Kebut Belanja Kementerian dan Lembaga Demi 'Gocek' Resesi
Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:58 WIB
loading...
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato bakal menggiatkan belanja barang dan modal, pemerintah pun akan memberikan stimulan dan subsidi kepada UMKM, korporasi maupun para pekerja. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah akan menggenjot belanja kementerian dan lembaga (K/L) pada triwulan III tahun 2020, dalam rangka membantu pemulihan ekonomi nasional yang pada triwulan kedua kemarin pertumbuhannya minus. Kebut belanja menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menggocek resesi yang secara teknis terjadi apabila selama dua kuartal pertumbuhan nasional mengalami minus.
(Baca Juga: Erick Thohir di Depan Kiai NU: Alhamdulillah Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik )
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato bakal menggiatkan belanja barang dan modal, pemerintah pun akan memberikan stimulan dan subsidi kepada UMKM, korporasi maupun para pekerja. Adapun, Presiden RI menginstruksikan kepada K/L untuk memacu belanjanya masing-masing agar dapat membantu pemulihan perekonomian nasional.
“Pemerintah harus menjaga kehidupan kesehatan dan mata pencaharian penduduk. Termasuk untuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), bidang kesehatan menjadi perhatian utama pada 2020-2021, dan ini terlihat dari kegiatan dan anggarannya. Kemudian, di 2022 dan 2023 akan terjadi pemulihan kesehatan dan ekonomi,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
(Baca Juga: Giliran Inggris Dihantam Resesi, Apa Langkah Indonesia? )
(Baca Juga: Erick Thohir di Depan Kiai NU: Alhamdulillah Ekonomi Indonesia Jauh Lebih Baik )
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato bakal menggiatkan belanja barang dan modal, pemerintah pun akan memberikan stimulan dan subsidi kepada UMKM, korporasi maupun para pekerja. Adapun, Presiden RI menginstruksikan kepada K/L untuk memacu belanjanya masing-masing agar dapat membantu pemulihan perekonomian nasional.
“Pemerintah harus menjaga kehidupan kesehatan dan mata pencaharian penduduk. Termasuk untuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), bidang kesehatan menjadi perhatian utama pada 2020-2021, dan ini terlihat dari kegiatan dan anggarannya. Kemudian, di 2022 dan 2023 akan terjadi pemulihan kesehatan dan ekonomi,” ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
(Baca Juga: Giliran Inggris Dihantam Resesi, Apa Langkah Indonesia? )
Lihat Juga :