Budi Daya Nanas, Bantu Petani Cegah Kebakaran di Lahan Gambut
Rabu, 12 Agustus 2020 - 22:50 WIB
loading...
Budi daya nanas menjadi salah satu cara untuk menjaga lahan gambut dari kebakaran. Foto/Dok/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Budi daya nanas menjadi salah satu cara untuk menjaga lahan gambut dari kebakaran . Langkah inilah yang dilakukan para petani yang tergabung di kelompok masyarakat (Pokmas) Mundam Jaya Makmur di Dumai, Riau.Mereka membudidayakan nanas karena dua alasan. Pertama, menjaga ekosistem di lahan gambut dan menjaga agar tak terjadi kebakaran lahan. Kedua, meningkatkan pendapatan dari tananam nanas.
"Nanas bukan untuk dimanfaatkan buahnya saja tapi juga bisa menahan api," kata salah satu petani yang tergabung dari Pokmas Mundam Jaya Makmur, Djarot dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
Baca Juga: Inspiratif, Petani Ini Hasilkan Nanas Kualitas Ekspor di Lahan Gambut
Dia bercerita, ada 15 petani yang tergabung menanam nanas sejak 2002 di Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Kepulauan Riau. Masuknya program Badan Restorasi Gambut (BRG) pada 2017 mengubah kebiasaan masyarakat dalam menanam nanas. BRG waktu itu membuat sekat kanal dan melanjutkan program revitalisasi ekonomi.
Djarot dan para petani mendapat bantuan budi daya nanas di bekas lahan gambut yang terbakar. Lahan itu luasnya sekitar 15 hektare. Dirinya pun mengatakan, penanaman nanas di lahan gambut tipis sangat cocok. "Kesuburannya bagus, daya tahannya baik dan nanas dapat tumbuh cepat," ungkapnya.
Baca Juga: Nanas Sangat Baik untuk Kesehatan, tapi Waspadai juga Efek Sampingnya
Djarot bercerita, nanas ditanam di tengah penanaman pohon jelutung (Dyera spp) dan meranti. Sistem tumpang sari ini kini telah membuahkan hasil. Bantuan budi daya nanas dari BRG pada 2018 sudah membuahkan panen pada akhir 2019. Djarot menyebut, dari 10.000 pokok nanas, dihasilkan 6.000 hingga 7.000 pokok nanas baru dan dapat ditanam di area seluas satu hektare.
"Nanas bukan untuk dimanfaatkan buahnya saja tapi juga bisa menahan api," kata salah satu petani yang tergabung dari Pokmas Mundam Jaya Makmur, Djarot dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
Baca Juga: Inspiratif, Petani Ini Hasilkan Nanas Kualitas Ekspor di Lahan Gambut
Dia bercerita, ada 15 petani yang tergabung menanam nanas sejak 2002 di Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Kepulauan Riau. Masuknya program Badan Restorasi Gambut (BRG) pada 2017 mengubah kebiasaan masyarakat dalam menanam nanas. BRG waktu itu membuat sekat kanal dan melanjutkan program revitalisasi ekonomi.
Djarot dan para petani mendapat bantuan budi daya nanas di bekas lahan gambut yang terbakar. Lahan itu luasnya sekitar 15 hektare. Dirinya pun mengatakan, penanaman nanas di lahan gambut tipis sangat cocok. "Kesuburannya bagus, daya tahannya baik dan nanas dapat tumbuh cepat," ungkapnya.
Baca Juga: Nanas Sangat Baik untuk Kesehatan, tapi Waspadai juga Efek Sampingnya
Djarot bercerita, nanas ditanam di tengah penanaman pohon jelutung (Dyera spp) dan meranti. Sistem tumpang sari ini kini telah membuahkan hasil. Bantuan budi daya nanas dari BRG pada 2018 sudah membuahkan panen pada akhir 2019. Djarot menyebut, dari 10.000 pokok nanas, dihasilkan 6.000 hingga 7.000 pokok nanas baru dan dapat ditanam di area seluas satu hektare.
Lihat Juga :