Membaca Arah Wall Street Pekan Depan Jelang Rilis Inflasi AS

Minggu, 11 Februari 2024 - 11:57 WIB
loading...
Membaca Arah Wall Street...
Pelaku pasar modal Amerika Serikat atau Wall Street bersiap menyambut data inflasi pada pekan depan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pelaku pasar modal Amerika Serikat atau Wall Street bersiap menyambut data inflasi pada pekan depan. Rilis indeks harga konsumen (CPI) dapat menjadi petunjuk apakah ketahanan ekonomi AS dapat memicu peningkatan inflasi, sehingga berpeluang menahan langkah bank sentral atau Federal Reserve ( The Fed ) untuk memangkas bunga acuan.

Baca Juga: Kekhawatiran Atas Resesi AS Mulai Mencair, Kuartal I 2024 Diprediksi Positif

Secara teknikal ketiga indeks Wall Street juga telah menyentuh rekor tertinggi. Ini membangkitkan kekhawatiran adanya tekanan jual, terlebih setelah reli panjang sejumlah saham-saham berkapitalisasi besar.

Pada penutupan Jumat (9/2), S&P 500 (SPX), menguat 0,57% menyentuh area psikologis 5.026,61, demikian juga Nasdaq Composite (IXIC) naik 1,25% di 15.990,66, sementara Dow Jones (DJI) tertekan 0,14% di 38.671,69.

Baca Juga: Picu Krisis Properti, Senator AS Desak The Fed Pangkas Suku Bunga

Ini didukung penguatan 7 saham bluechip atau dikenal ‘Magnificent Seven’ yang mencakup Meta Platforms (META.O), Apple Inc. (AAPL.O), Amazon (AMZN.O), dan lain sebagainya. Mereka menyumbang hampir 60% dari kenaikan SPX pada tahun ini.

Sejumlah pengamat menilai ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed Rate telah memberi sentimen yang cukup luas di berbagai sektor, sekaligus menutup ruang kekhawatiran terhadap pengetatan moneter lebih lama lagi.

“Sejumlah saham sudah mengalami reli yang cukup besar di sejumlah level market yang sejatinya telah oversold,” kata Ed Clissold, kepala strategi AS di Ned Davis Research, dilansir Reuters, Minggu (11/2/2024).

Departemen Tenaga Kerja AS akan mengumumkan inflasi periode Januari 2024 pada Selasa (13/2). Pada periode sebelumnya, inflasi AS mencapai 3,3% year-on-year (yoy), dengan inflasi inti (core) yang tidak mencakup komponen pangan dan energi sebesar 3,9%.

Pada Jumat lalu (9/12), terdapat pembaruan penyesuaian atas data CPI, dari data yang diumumkan Desember lalu. Tercatat tingkat inflasi AS masih berada di level 3,3%,

Revisi Biro Statistik Tenaga Kerja hanya memengaruhi data indeks harga konsumen yang disesuaikan secara musiman, yang berarti tingkat inflasi inti selama 12 bulan terakhir tetap tak berubah sebesar 3,9%.

Secara teknikal, tren penguatan S&P 500 telah memasuki area jenuh beli alias overbought, sehingga dikhawatirkan dapat membangkitkan tekanan jual untuk kebutuhan likuiditas investor.

Dow Jones Market Data mencatat bahwa lima perusahaan big caps konstituen S&P 500 menyumbang penguatan cukup besar. Melansir Market Watch, kekhawatiran investor semakin besar terhadap keberlanjutan reli bursa saham saat ini.

Dari sisi makro pasar masih masih meraba dampak yang lebih luas atas pernyataan petinggi The Fed. Sebelumnya, Gubernur The Fed Jerome Powell pada akhir Januari lalu menyangkal harapan pasar bahwa pemangkasan suku bunga dapat segera diambil pada pertemuan Maret mendatang. Powell menegaskan pihaknya membutuhkan lebih banyak data dan bukti bahwa inflasi akan kembali ke target 2 persen.

Melalui sejumlah indikator, pada Jumat malam, pasar memperkirakan penurunan suku bunga kumulatif sekitar 110 basis poin hingga tutup tahun 2024. Angka ini turun dari proyeksi penurunan 160 basis poin pada akhir 2023.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
The Fed Punya Bos Baru!...
The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Profil Lisa Cook, Gubernur...
Profil Lisa Cook, Gubernur The Fed yang Tuntut Donald Trump karena Dipecat dari Jabatannya
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
Inflasi Kembali Mengancam,...
Inflasi Kembali Mengancam, The Fed Urung Turunkan Suku Bunga?
Rekomendasi
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Berita Terkini
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved