Ekonom: Secara Teknikal Indonesia Sudah Masuk Resesi

Kamis, 13 Agustus 2020 - 09:48 WIB
loading...
Ekonom: Secara Teknikal...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai Indonesia secara teknikal sudah bisa mengalami resesi. Hal ini dikarenakan ekonomi Indonesia yang terus mengalami tekanan pada kuartal II dan akan terjadi di kuartal ketiga.

"Resesi adalah kenormalan baru di tengah wabah. Wabah terhadap perekonomian sangat besar terhadap perekonomian global dan masing- masing negara. Bahkan secara teknikal sesungguhnya kita sudah resesi," kata Piter saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (13/8/2020). (Baca juga: Ribuan Triliun Tangkal Resesi )

Dia melanjutkan, resesi berpotensi terjadi di semua negara. Beberapa negara secara resmi sudah dinyatakan resesi. Apalagi, sejumlah negara akan menyusul, termasuk Indonesia.

"Fokus pemerintah sebaiknya menanggulangi wabah dan meningkatkan ketahanan masyarakat dan dunia usaha. Percepat realisasi semua program stimulus yang sudah direncanakan," imbuhnya. (Baca juga: Duit Rp11,5 Triliun dari Pusat ke Bank Daerah Cair, Menko Airlangga: Silahkan Ngutang! )

Sementara itu, ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan perhitungan resesi bagi Indonesia sebaiknya menggunakan pertumbuhan ekonomi tahunan bukan per kuartal.

"Untuk data PDB yang sudah dilakukan penyesuaian musiman, maka pada umumnya resesi teknis didefinisikan sebagai pertumbuhan per kuartal mengalami pertumbuhan yang negatif dua kuartal berturut-turut," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Rekomendasi
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved