Siap-siap! Subsidi BBM Bakal Dipangkas demi Wujudkan Program Prabowo Makan Siang Gratis
Jum'at, 16 Februari 2024 - 15:12 WIB
loading...
Calon Presiden Nomor Urut 02 itu bakal merealisasikan program makan siang gratis ini dengan memangkas subsidi BBM dalam proposal kebijakan pertamanya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Prabowo Subianto yang digadang-gadang akan terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia dalam Pemilian Umum (Pemilu) 2024 menyatakan siap merealisasikan janji kampanyenya yakni makan siang gratis . Dikutip dari Bloomberg, Jumat (16/2/2024) Calon Presiden Nomor Urut 02 itu bakal merealisasikan program makan siang gratis ini dengan memangkas subsidi BBM dalam proposal kebijakan pertamanya.
Baca Juga: Relawan Prabowo: Makan Siang Gratis Lebih Efisien daripada Bagi-bagi Telur
Langkah tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno yang menerangkan, pemerintahan Prabowo dapat menyesuaikan subsidi energi selama 2 hingga 3 bulan ke depan setelah resmi menjabat pada Oktober mendatang.
"Sekitar 80 persen dari Rp350 triliun anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk subsisi solar dan LPG 3 kg, ternyata lebih bermanfaar bagi masyarakat Indonesia yang berpenghasilan menengah dan tinggi," terangnya.
Baca Juga: Kritisi Prabowo soal Program Makan Siang Gratis, Ganjar: Tidak Tepat Atasi Stunting
Eddy menambahkan, di sisi lain, pria yang hingga kini masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu juga ingin menutup celah dalam pengumpulan pajak untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan.
Eddy mencatat, penerimaan pajak Indonesia hanya setara 10% produk domestik bruto (PDB), sedangkan negara tetangga di Asia Tenggara ini memiliki rasio pajak sebesar 14%.
Baca Juga: Relawan Prabowo: Makan Siang Gratis Lebih Efisien daripada Bagi-bagi Telur
Langkah tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno yang menerangkan, pemerintahan Prabowo dapat menyesuaikan subsidi energi selama 2 hingga 3 bulan ke depan setelah resmi menjabat pada Oktober mendatang.
"Sekitar 80 persen dari Rp350 triliun anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk subsisi solar dan LPG 3 kg, ternyata lebih bermanfaar bagi masyarakat Indonesia yang berpenghasilan menengah dan tinggi," terangnya.
Baca Juga: Kritisi Prabowo soal Program Makan Siang Gratis, Ganjar: Tidak Tepat Atasi Stunting
Eddy menambahkan, di sisi lain, pria yang hingga kini masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu juga ingin menutup celah dalam pengumpulan pajak untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan.
Eddy mencatat, penerimaan pajak Indonesia hanya setara 10% produk domestik bruto (PDB), sedangkan negara tetangga di Asia Tenggara ini memiliki rasio pajak sebesar 14%.
Lihat Juga :