Sebagai Negara Muslim Terbesar, Keuangan Syariah Kita Masih Alif dan Bha

Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:47 WIB
loading...
Sebagai Negara Muslim...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengakui, inklusi keuangan syariah masih rendah. Deputi bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia masih rendah. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

"Kalau liat penduduk, kita harusnya berkembang pesat dalam ekonomi keuangan syariah. Tapi survei terakhir menunjukkan tingkat inklusi keuangan syariah masih rendah, padahal mayoritas muslim," ujar Iskandar dalam diskusi online, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Iskandar mengatakan, jumlah penduduk muslim yang cukup besar harusnya menjadi modal bagi Indonesia untuk mendorong inklusi keuangan syariah. Untuk itu, masalah ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak, termasuk mereka yang mulai mengembangkan ekosistem digital. ( Baca juga:Luhut Sebut Arak Bali Mampu Turunkan Angka Penderita COVID-19 )

"Ini harus jadi modal dasar yang harusnya kita bisa gunakan. Termasuk walaupun terjadi peningkatan inklusi keuangan, perlu didorong agar lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, pemerintah dengan NU, dengan pesantren itu telah mengembangkan ekosistem digital untuk mendorong ekonominya," kata Iskandar.

Dia menambahkan, inklusi keuangan tidak hanya digunakan untuk bertransaksi, tetapi juga untuk meningkatkan taraf hidup. Salah satunya untuk menyediakan pembiayaan untuk masyarakat yang membutuhkan kredit usaha rakyat (KUR).

"Salah satunya menyediakan pembiayaan untuk warga NU dan para pesantren yang ingin berusaha. Dengan menyediakan kredit lunak atau KUR. Kita dorong terus agar tidak saja bisa membangkitkan ekonomi dari santri yang ingin jadi entrepreneur, juga lingkungan di sekitar pondok pesantren. Ini tujuan akhirnya, ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Asset Management...
MNC Asset Management Salurkan Dana Sosial ke 3 Lembaga Zakat dan Pesantren
Santrichain, Berawal...
Santrichain, Berawal dari Pesantren hingga Merambah Pasar Internasional
Bantu Pesantren Kembangkan...
Bantu Pesantren Kembangkan Bisnis lewat Program Santrichain Business Class
Djoni Rosadi Dorong...
Djoni Rosadi Dorong Kebangkitan Ekonomi Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Kemandirian Pesantren...
Kemandirian Pesantren Didorong Optimalkan Ekosistem Digital
Program Santripreneur...
Program Santripreneur Ganjar-Mahfud Wujud Nyata Bangun Kemandirian Ekonomi Santri
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved