alexametrics

LPS: Ada Uang Rp1.000 Triliun Belum Tersimpan di Bank

loading...
LPS: Ada Uang Rp1.000 Triliun Belum Tersimpan di Bank
Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Samsu Adi Nugroho mengatakan, dari sisi potensi simpanan dana masyarakat di bank mestinya masih cukup tinggi. Foto/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan masih ada potensi dana sekitar Rp500 hingga 1.000 triliun dana yang belum tersimpan di bank. Dana itu bisa dalam bentuk yang cash atau telah diinvestasikan melalui produk lainnya.

Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Samsu Adi Nugroho mengatakan, dari sisi potensi simpanan dana masyarakat di bank mestinya masih cukup tinggi. Saat ini, jumlah rekening di Indonesia sekitar 260 juta account. Sementara penduduk usia produktif di Indonesia antara 175 sampai 200 juta.

“Kalau dianggap satu orang punya satu atau dua rekening, ya kita anggap masih ada 50-60 juta yang seharusnya menyimpan uang di bank dengan nilai sampai Rp1.000 triliun. Ruangnya masih terbuka lebar yang harus kita kejar,” kata Samsu di Bandung.

LPS, kata dia, terus berupaya mengedukasi masyarakat agar menyimpan uangnya di bank. Semua simpanan dana nasabah dj di bank, kata dia, akan dijamin oleh LPS. Artinya, bila terjadi fraud atau bank gagal, LPS akan mengembalikan dana nasabah. Hingga kini, dana nasabah yang dikembalikan LPS akibat bank tutup telah mencapai triliun rupiah.

Diakui dia, simpanan dana nasabah di bank dibanding bukan sebelumnya tercatat naik 1%. Hingga Juni 2018, kenaikan year on year (yoy), mencapai 6% atau menjadi sekitar 5.300 triliun dana yang dijamin LPS.

“Simpanan yang dijamin LPS terus tumbuh. Walaupun kemarin banyak agenda politik dan Lebaran, tetapi tabungan tumbuh. Artinya kepercayaan masyarakat kepada bank masih bagus. Walaupun memang, bila dibandingkan tahun sebelumnya ada perlambatan sedikit,” imbuh dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak