Strategi Branding UMKM di 2024, Bisa Dongkrak Omzet hingga 800%

Rabu, 06 Maret 2024 - 22:05 WIB
loading...
Strategi Branding UMKM...
Strategi pemasaran yang tepat merupakan kunci pertumbuhan bisnis UMKM. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Branding merupakan kunci pertumbuhan bisnis dalam skala apapun, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pebisnis, terutama UMKM, dalam melakukan branding seperti, tidak memperlakukan pelanggan eksisting dengan baik hingga terlalu jor-joran dalam promosi dan diskon hingga malah berefek negatif terhadap brand image.

Berikut strategi branding untuk para UMKM untuk tingkatkan omzet perusahaan di 2024 dirangkum dari AHA Commerce, Rabu (6/3/2024).

1. Menemukan Celah Niche Potensial

Niche adalah target pasar spesifik yang ingin dikejar. Di sini, brand harus bisa menemukan niche di pasar, dalam artian bisa menemukan celah untuk bisa menarik perhatian masyarakat di luar dari produk populer. Caranya, kita bisa mencari area di mana demand belum terpenuhi dan persaingan masih belum terlalu ketat. Hal ini bertentangan dengan pemikiran umum banyak orang yang cenderung mencari produk yang paling laku di pasar dan berbondong-bondong mengimpor produk tersebut, terjun ke pasar yang sudah ramai atau red ocean. Pendekatan niche yang menghindari perang harga dengan menemukan segmen yang kurang dilayani, memberikan kesempatan untuk inovasi dan menawarkan nilai tambah yang unik.

Baca Juga: Berkat Rumah BUMN Rembang, Armida Sukses Promosikan Kain Nusantara

Misalnya, produk sepatu kesehatan yang memiliki sol khusus untuk membantu mengatasi masalah sakit kaki atau punggung. Berhubung produk itu belum banyak pesaingnya, jadi bisa dibilang itu adalah produk blue ocean. Berbeda dengan pendekatan red ocean yang berfokus pada pasar yang sudah jenuh dengan persaingan ketat, mengejar niche memungkinkan brand untuk menawarkan produk atau layanan yang benar-benar dibutuhkan oleh segmen tertentu, seringkali akan mendatangkan margin keuntungan yang lebih baik.

2. Memiliki Unique Selling Point untuk Bisa Bersaing dengan Kompetitor

Jika brand ingin dilirik oleh konsumen di tengah persaingan yang ketat, berarti brand wajib menemukan unique selling point (USP), sesuatu yang unik dari produk atau layanan jasa yang menonjol dan memiliki value untuk konsumen dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Dengan adanya USP tersebut, konsumen memiliki alasan kenapa harus membeli produk atau jasa dibandingkan dengan membeli milik kompetitor.

Salah satu contoh USP adalah AHA Commerce, sebagai enabler e-Commerce, AHA Commerce memberikan value, yakni garansi omzet naik. Value ini bisa menjadi diferensiasi paling kuat dibandingkan dengan enabler ataupun agensi marketing lainnya. Sehingga, brand lebih yakin untuk bekerja sama dengan AHA Commerce untuk membantu meningkatkan omzet mereka.

3. Mengoptimalkan Hal Kecil yang Bisa Bikin Pelanggan Jadi Setia

Branding bukan cuma bicara membangun awareness ke calon pelanggan baru, tapi juga bagaimana bisa mempertahankan pelanggan yang ada. Ada beberapa cara untuk bisa meningkatkan engagement ke pelanggan eksisting agar dia betah.

Pertama, dari segi kualitas layanan yang membuat pelanggan merasa nyaman dan aman dalam membeli produk di toko online. Misalnya, konsisten menjaga tingkat balas chat paling lama 30 menit. Selain itu, bisa juga dalam memberikan garansi produk demi kepuasan pelanggan. Sehingga pelanggan bisa nyaman untuk kembali membeli produk bahkan merekomendasikan ke kerabatnya.

Kedua, dari segi pemberian diskon. Banyak yang menilai diskon besar bisa memberikan eksposur penjualan lebih tinggi. Namun, dari sisi branding, diskon besar bisa merusak brand image karena berarti nilai barang yang dijual dianggap lebih rendah. Terkadang hal-hal seperti ini dianggap tidak dignifikan, padahal cukup berpengaruh terhadap persepsi brand itu sendiri.

4. Menggunakan Influencer Boleh, Tapi Harus Efektif dan Efisien

Jasa influencer untuk meningkatkan awareness produk masih dibutuhkan oleh para pebisnis toko online di 2024. Dengan catatan, influencer yang dipilih harus memiliki relevansi dengan bisnis brand tersebut. Misalnya, brand adalah penjual atau distributor onderdil kendaraan hingga memiliki layanan bengkel. Berarti, brand tersebut bisa menggunakan influencer di sektor otomotif. Sehingga, audience influencer akan relevan dengan produk yang brand tersebut miliki. Menurut data House of Marketers, ROI bisnis dari kampanye influencer yang relevan bisa mencapai 5,7x.

Lalu, influencer yang dipilih juga harus memiliki kualitas followers yang relevan dengan kontennya juga. Hal itu bisa terlihat dari tingkat engagement yang tinggi jika dibandingkan dengan jumlah followers-nya. Jangan sampai, memilih influencer yang followers-nya banyak, tapi tingkat engagement-nya rendah. Hal itu akan membuat branding yang mau kita bangun menjadi kurang optimal.

Baca Juga: Kolaborasi BI Sumatera Utara dan Sarinah, Dorong Potensi UMKM dan Beri Peluang Baru

Dalam mengoptimalkan branding klien untuk penggunaan jasa influencer, AHA Commerce membuat beberapa syarat dan ketentuan seperti, usia, gender, dan kesesuaian dengan target market brand klien sehingga optimalisasi dengan influencer bisa lebih efektif dan efisien.

5. Beradaptasi dengan Perkembangan Tren

Salah satu yang perlu diperhatikan brand dalam melakukan branding adalah mengikuti tren yang sedang berkembang. Misalnya, perkembangan tren gaya hidup sehat dari segi makanan dan aktivitas, berarti ketika membuat branding juga harus ada kaitannya dengan hal tersebut. Sehingga, brand bisa membuat konsumen tertarik untuk mulai aware hingga mempertimbangkan membeli produk. Begitu juga dengan menggunakan channel yang tepat, seperti livestreaming rutin di platform.

Untuk memudahkan dalam menganalisis tren tersebut, AHA Commerce pun menggunakan algoritma dari AHAbot yang didesain untuk bisa beradaptasi dengan perubahan tren dengan cepat. Nantinya, AHA Commerce mampu merekomendasikan dari jenis produk hingga strategi marketing yang bisa dilakukan agar sesuai dan relevan dengan tren yang ada.

6. Menghadapi Tantangan Utama dalam Branding

Namun, bagi UMKM, tantangan menjalankan strategi-strategi di atas adalah sumber daya yang terbatas dan kesulitan membuat sistem yang efektif dan efisien. Untuk itu, AHA Commerce sebagai e-Commerce enabler, memberikan layanan sistem dengan kecerdasan buatan, yakni AHAbot bisa membantu optimalisasi strategi branding UMKM bisa lebih sukses dalam mendorong pertumbuhan omzet.

Dari pengalaman AHA Commerce, dengan strategi branding dan marketing tepat yang ditambah dengan dukungan oleh AHAbot itu bisa membantu pertumbuhan omzet hingga 800%. Sebelumnya, perusahaan telah berpengalaman meningkatkan omzet dari Rp180 juta per bulan menjadi Rp1,6 miliar per bulan dengan kombinasi strategi ini. AHAbot memberikan rekomendasi strategi branding organik sehingga pertumbuhan awareness dan engagement yang dibangun bisa lebih tepat sasaran untuk menjadi potensi pelanggan setia ke depannya.

Dengan begitu, pelaku UMKM bisa fokus untuk mengembangkan bisnisnya, sedangkan lini pendukung seperti branding dan marketing bisa diurus oleh AHA Commerce. Dengan begitu, peluang UMKM untuk naik kelas dengan membuat produk yang berkualitas dan market-fit menjadi lebih besar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved