Harga Minyak Mentah Dunia Sentuh Level Tertinggi dalam 4 Bulan
Selasa, 19 Maret 2024 - 11:42 WIB
loading...
Harga minyak mentah dunia melonjak menjadi USD86 per barel pada awal pekan waktu setempat, untuk mencapai level tertinggi dalam empat bulan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia melonjak menjadi USD86 per barel pada awal pekan waktu setempat, untuk mencapai level tertinggi dalam empat bulan. Pakar industri mengkaitkan kenaikan harga minyak mentah dengan data ekonomi China yang menunjukkan penguatan dan serangan pesawat tak berawak atau drone Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.
Baca Juga: Laba Anjlok 25 Persen di 2023, Raksasa Energi Saudi Aramco Bagi Dividen Rp1.520 Triliun
Harga minyak Brent berjangka yang menjadi patokan global terpantau telah naik 4% sejak pekan lalu hingga diperdagangkan pada posisi USD86 per barel. Sedangkan patokan AS, West Texas Intermediate berada di atas level USD81/barel.
Analis pasar menerangkan, harga minyak mentah menyentuh level tertinggi sejak November setelah data makro-ekonomi China melebihi ekspektasi, menambah optimisme atas ekonomi Beijing.
Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal Kuat Harga BBM Bakal Naik Usai Pemilu 2024
Sementara itu dari sisi pasokan, Irak sebagai produsen terbesar kedua OPEC mengatakan, bakal mengurangi ekspor minyak mentah menjadi 3,3 juta barel per hari (bph) dalam beberapa bulan mendatang untuk mengkompensasi kelebihan kuota OPEC + sejak Januari. Janji tersebut bakal memangkas pengiriman sebesar 130.000 barel per hari dari bulan lalu.
Pada bulan Januari dan Februari, Irak memompa minyak secara signifikan lebih banyak daripada target produksi yang ditetapkan pada bulan Januari ketika beberapa anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya seperti Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, setuju untuk mendukung pasar.
Baca Juga: Laba Anjlok 25 Persen di 2023, Raksasa Energi Saudi Aramco Bagi Dividen Rp1.520 Triliun
Harga minyak Brent berjangka yang menjadi patokan global terpantau telah naik 4% sejak pekan lalu hingga diperdagangkan pada posisi USD86 per barel. Sedangkan patokan AS, West Texas Intermediate berada di atas level USD81/barel.
Analis pasar menerangkan, harga minyak mentah menyentuh level tertinggi sejak November setelah data makro-ekonomi China melebihi ekspektasi, menambah optimisme atas ekonomi Beijing.
Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal Kuat Harga BBM Bakal Naik Usai Pemilu 2024
Sementara itu dari sisi pasokan, Irak sebagai produsen terbesar kedua OPEC mengatakan, bakal mengurangi ekspor minyak mentah menjadi 3,3 juta barel per hari (bph) dalam beberapa bulan mendatang untuk mengkompensasi kelebihan kuota OPEC + sejak Januari. Janji tersebut bakal memangkas pengiriman sebesar 130.000 barel per hari dari bulan lalu.
Pada bulan Januari dan Februari, Irak memompa minyak secara signifikan lebih banyak daripada target produksi yang ditetapkan pada bulan Januari ketika beberapa anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya seperti Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, setuju untuk mendukung pasar.
Lihat Juga :