alexametrics

Utang Negara Hingga Oktober 2018 Capai Rp4.478,57 Triliun

loading...
Utang Negara Hingga Oktober 2018 Capai Rp4.478,57 Triliun
Kemenkeu mencatat utang pemerintah hingga Oktober 2018 naik menjadi Rp4.478,57 triliun atau setara tumbuh 1,4% jika dibandingkan bulan sebelumnya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah hingga Oktober 2018 naik menjadi Rp4.478,57 triliun. Hal ini berdasarkan data APBN KITA yang dirilis Kemenkeu, dimana utang pemerintah per Oktober 2018 naik Rp62,2 triliun atau tumbuh 1,4% jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Melihat hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Jika dibandingkan dengan Oktober 2017, utang pemerintah naik Rp584,97 triliun. Posisi utang pemerintah pada Oktober tahun lalu sebesar Rp3.893,60 triliun,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (15/11)2018).

Adapun, komponen utang pemerintah masih berasal dari pinjaman yakni sebesar Rp833,92 triliun, sedangkan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp3.644,65 triliun. Sebagai informasi, sebelumnya total utang pemerintah per September 2018 naik Rp53,18 triliun menjadi Rp4.416,37 triliun dari posisi Agustus yang sebesar Rp4.363,19 triliun.

Dibandingkan dengan posisi utang pada periode yang sama di 2017, ada kenaikan sebesar Rp549,92 triliun dari Rp3.866,45 triliun menjadi Rp4.416,37 triliun. Jika dirinci Utang pemerintah yang sebesar Rp4.416,37 triliun terdiri dari pinjaman yang sebesar Rp823,11 triliun dan surat berharga negara (SBN) Rp3.593,26 triliun.

Pinjaman yang sebesar Rp823,11 triliun terdiri dari pinjaman luar negeri sebesar Rp816,73 triliun dengan rincian, pinjaman bilateral Rp328,35 triliun, multilateral Rp440,89 triliun, komersial Rp45,98 triliun, suppliers Rp1,52 triliun. Sedangkan pinjaman dalam negerinya sebesar Rp6,38 triliun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak