Iran Serang Israel, Harga Minyak Bisa Mendidih Lampaui USD100 per Barel

Minggu, 14 April 2024 - 08:38 WIB
loading...
A A A
Jay Hatfield, CEO di Infrastructure Capital Advisors menyebutkan, perubahan 1 juta barel dalam persamaan penawaran-permintaan akan menyebabkan pergerakan harga sebesar USD5 untuk menyeimbangkan pasar. Sementara, produksi Iran mencapai 3 juta barel per hari. "Akibatnya, jika seluruh produksi Iran terganggu, mungkin akan terjadi kenaikan harga minyak sebesar USD15 per barel," tuturnya.

Mengingat hal tersebut, gangguan pasokan seperti ini kemungkinan besar tidak akan diperhitungkan dalam pasar minyak, dan sebagian besar penguatan minyak baru-baru ini menurutnya didorong oleh faktor-faktor musiman.

Thummel dari Tortoise meyakini bahwa sudah ada sedikit premi risiko geopolitik – mungkin sekitar USD5 hingga USD7 – yang tertanam dalam harga minyak saat ini. Dia memperkirakan bahwa serangan oleh Iran dapat meningkatkan premi risiko sebesar USD5 hingga USD10 per barel, sehingga menyebabkan harga minyak untuk sementara mencapai USD100 per barel.

"Pengimbang dari semua ini adalah OPEC+ memiliki pasokan yang berarti yang dapat dibawa kembali ke pasar dalam waktu singkat," kata Thummel.

OPEC+ akan mengadakan pertemuan lagi pada tanggal 1 Juni dan diprediksi dapat menambah volume pasokan minyak global. Untuk saat ini, Hatfield yakin skenario yang paling mungkin terjadi adalah "tidak ada gangguan langsung terhadap pasokan Iran, yang akan mengurangi tekanan pada pasar minyak."
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved