Iran Serang Israel, Harga Minyak Bisa Mendidih Lampaui USD100 per Barel
Minggu, 14 April 2024 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
"Senjata rahasia Iran adalah kemampuannya untuk memblokir Selat Hormuz," kata Raj, yang berpendapat bahwa keadaan saat ini sudah membenarkan harga WTI sebesar USD90 per barel.
Menurut Badan Informasi Energi (EIA), jalur laut antara Teluk Persia dan Teluk Oman merupakan titik transit minyak terpenting di dunia. Pada paruh pertama tahun 2023, aliran minyak dari sini rata-rata mencapai 21 juta barel per hari, yaitu sekitar 21% dari konsumsi minyak bumi global.
Di sisi lain, persediaan minyak global sudah berada pada tingkat rendah, menurut Rob Thummel, manajer portofolio senior di Tortoise. "Pasar minyak global diperkirakan akan kekurangan pasokan pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2024, sehingga gangguan pada pasokan minyak global dapat menyebabkan persediaan minyak semakin menurun," katanya – dan menyebabkan harga minyak lebih tinggi.
Baca Juga: Iran Serang Israel, Harga Emas Terbang ke Titik Tertinggi
Namun Tom Kloza, kepala analisis energi global di OPIS, sebuah perusahaan Dow Jones, mengatakan kepada MarketWatch bahwa sehubungan dengan Selat Hormuz, "tidak masuk akal bagi Iran untuk melakukan apa pun yang membahayakan aliran di sana atau yang dapat membatasi ekspor energi negara tersebut."
Sementara, dalam komentarnya melalui email, Rania Gule, analis pasar di XS.com, mengatakan bahwa jika Iran ikut berperang di Gaza, maka hal itu akan mengganggu rantai pasokan minyak secara signifikan. Sebagai produsen minyak terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), "keterlibatan langsung mereka dalam perang akan menyebabkan pergerakan signifikan di pasar minyak dan berdampak positif pada harga minyak."
Produksi Minyak Iran
Menurut Badan Informasi Energi (EIA), jalur laut antara Teluk Persia dan Teluk Oman merupakan titik transit minyak terpenting di dunia. Pada paruh pertama tahun 2023, aliran minyak dari sini rata-rata mencapai 21 juta barel per hari, yaitu sekitar 21% dari konsumsi minyak bumi global.
Di sisi lain, persediaan minyak global sudah berada pada tingkat rendah, menurut Rob Thummel, manajer portofolio senior di Tortoise. "Pasar minyak global diperkirakan akan kekurangan pasokan pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2024, sehingga gangguan pada pasokan minyak global dapat menyebabkan persediaan minyak semakin menurun," katanya – dan menyebabkan harga minyak lebih tinggi.
Baca Juga: Iran Serang Israel, Harga Emas Terbang ke Titik Tertinggi
Namun Tom Kloza, kepala analisis energi global di OPIS, sebuah perusahaan Dow Jones, mengatakan kepada MarketWatch bahwa sehubungan dengan Selat Hormuz, "tidak masuk akal bagi Iran untuk melakukan apa pun yang membahayakan aliran di sana atau yang dapat membatasi ekspor energi negara tersebut."
Sementara, dalam komentarnya melalui email, Rania Gule, analis pasar di XS.com, mengatakan bahwa jika Iran ikut berperang di Gaza, maka hal itu akan mengganggu rantai pasokan minyak secara signifikan. Sebagai produsen minyak terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), "keterlibatan langsung mereka dalam perang akan menyebabkan pergerakan signifikan di pasar minyak dan berdampak positif pada harga minyak."
Produksi Minyak Iran
Lihat Juga :