Arwin Rasyid Soroti Revolusi Digital Banking
Selasa, 18 Agustus 2020 - 07:11 WIB
loading...
Arwin Rasyid. Foto/Koran SINDO/Yudistiro Pranoto
A
A
A
JAKARTA - Tren pembayaran secara digital di Tanah Air menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya bisa dilihat dari kemunculan berbagai dompet digital dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini pun tak lepas dari pengamatan mantan Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid. Melalui buku terbarunya yang berjudul "Digital Banking Revolution", Arwin mengupas berbagai fenomena terkait keberadaan uang elektronik yang dikaitkan dengan perkembangan digital banking di Indonesia.
Buku yang diluncurkan pada Jumat (14/8) lalu di Jakarta itu, merupakan karya ketiganya setelah buku pertama dan keduanya yang berjudul "Danamon 180 Derajat" dan "Telkom 3010". Kedua buku itu telah diterbitkan beberapa tahun silam. (Baca: Putin Mengaku Siap Kirim Tentara Rusia ke Belarusia)
Dalam peluncuran yang dilakukan secara virtual tersebut, pro yang juga pernah menjadi CEO PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk ini mengatakan, ada fenomena menarik yang dibahas dalam buku ketiganya ini. Sesuai judulnya, Arwin mengupas perkembangan pesat digital banking di era teknologi finansial (fintech) saat ini.
"Mengapa dompet digital seperti Gopay, OVO dan DANA menjadi yang terbesar? Padahal dompet digital yang pertama di Indonesia, bahkan di Asia, adalah rekening ponsel mirip Bank CIMB Niaga," kata Arwin di acara Virtual Book Launch di Jakarta, Jumat (14/80).
Mantan bankir dan pengusaha yang telah malang-melintang di dunia perbankan nasional ini mengatakan, ada lima pelajaran di buku ini agar bank bisa menjadi pemenang pertama di era digital.
Kondisi ini pun tak lepas dari pengamatan mantan Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid. Melalui buku terbarunya yang berjudul "Digital Banking Revolution", Arwin mengupas berbagai fenomena terkait keberadaan uang elektronik yang dikaitkan dengan perkembangan digital banking di Indonesia.
Buku yang diluncurkan pada Jumat (14/8) lalu di Jakarta itu, merupakan karya ketiganya setelah buku pertama dan keduanya yang berjudul "Danamon 180 Derajat" dan "Telkom 3010". Kedua buku itu telah diterbitkan beberapa tahun silam. (Baca: Putin Mengaku Siap Kirim Tentara Rusia ke Belarusia)
Dalam peluncuran yang dilakukan secara virtual tersebut, pro yang juga pernah menjadi CEO PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk ini mengatakan, ada fenomena menarik yang dibahas dalam buku ketiganya ini. Sesuai judulnya, Arwin mengupas perkembangan pesat digital banking di era teknologi finansial (fintech) saat ini.
"Mengapa dompet digital seperti Gopay, OVO dan DANA menjadi yang terbesar? Padahal dompet digital yang pertama di Indonesia, bahkan di Asia, adalah rekening ponsel mirip Bank CIMB Niaga," kata Arwin di acara Virtual Book Launch di Jakarta, Jumat (14/80).
Mantan bankir dan pengusaha yang telah malang-melintang di dunia perbankan nasional ini mengatakan, ada lima pelajaran di buku ini agar bank bisa menjadi pemenang pertama di era digital.
Lihat Juga :